SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut ada potensi hujan lebat disertai angin kencang hingga besok (7/3).
Masyarakat pun diminta waspada terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi yang kemungkinan dapat terjadi.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar dari hasil analisis dinamika atmosfer pihaknya mengidentifikasi adanya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar Pulau Jawa. Tak terkecuali di wilayah Yogyakarta.
Kemudian, suhu muka laut baik dalam skala harian maupun mingguan di perairan Jawa juga terpantau dalam kisaran 29 sampai 31 derajat Celcius.
Anomalinya pun terpantau hangat, sehingga menambah potensi penguapan atau kandungan air hujan dalam atmosfer.
"Hasil analisis terkini dari profil vertikal kelembaban udara di wilayah DIY pada ketinggian 1,5 sampai 3,0 km (level 850-700 mb) berkisar antara 70-95 persen (cukup basah). Sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY terutama saat siang, dan sore hari,” ujar Warjono dalam keterangannya, Rabu (6/3).
Lebih lanjut, atas pertimbangan tersebut, maka Warjono pun memprediksi bakal ada potensi cuaca berupa hujan sedang hingga lebat. Serta disertai angin kencang dan petir pada beberapa wilayah di DIY.
Adapun pada Rabu (6/3) potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang kemungkinan terjadi di wilayah Kota Jogja.
Kemudian juga, Sleman, Gunung Kidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.
Sementara besok atau Kamis (7/3) potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Kota Jogja.
Selain itu, Kabupaten, Sleman, Gunung Kidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.
“Sehingga kami mengimbau agar masyarakat waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang karena dapat memicu bencana hidrometeorologi berupa pohon tumbang, banjir, juga tanah longsor,” terang Warjono. (inu)