Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Mulai Uji Coba, ITF Niten di Bantul Akan Diresmikan Akhir Februari

Gregorius Bramantyo • Jumat, 23 Februari 2024 | 01:33 WIB
MUDAH: Petugas DLH Bantul mengoperasikan mesin rotary kiln yang berada di ITF Niten, Bantul, Kamis (22/2).
MUDAH: Petugas DLH Bantul mengoperasikan mesin rotary kiln yang berada di ITF Niten, Bantul, Kamis (22/2).

BANTUL – Fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi intermediate treatment facility (ITF) yang dikembangkan di kawasan Pasar Niten, Bantul, sudah mulai diuji coba. Tahap uji coba tersebut sudah dimulai sejak awal Februari 2024.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, saat ini ITF Niten sedang dalam proses persiapan sebelum diresmikan.

Meskipun, pembangunannya telah usai sejak Desember 2023.

"Uji coba ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui karakter sampah,” katanya, Kamis (22/2).

Menurutnya, ITF Niten digunakan untuk mengurangi jumlah sampah sebelum dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.

ITF Niten sendiri mengusung konsep waste to energy dengan dukungan teknologi ramah lingkungan. Hal itu memang baru pertama kali dilakukan di Bantul.

Maka dari itu dalam mengoperasikannya perlu persiapan yang matang. Termasuk melakukan uji coba terlebih dahulu.

Sehingga bila terjadi kesalahan maupun kendala dapat dievaluasi dan dibenahi.

“Kami juga baru pertama kali ini mengelola sampah seperti ini. Biasane mung dijupuk, ngusung, terus disok ning Piyungan. Sekarang kami mengambil, lalu dipilah dan diolah,” ujar Ari.

Sementara untuk kapasitas, ITF Niten yang dibangun dengan sekitar Rp 3 miliar itu hanya menampung sekitar lima ton sampah per hari.

Sebab ITF Niten memang diprioritaskan untuk menangani sampah dari pasar-pasar yang dikelola Pemkab Bantul.

Harapannya di tahun 2024 bisa segera beroperasi secara resmi. Mengingat Pemkab Bantul berkomitmen dalam percepatan pengolahan sampah di tahun 2024.

Ari menyebut, keberadaan ITF Niten setidaknya mampu mengurangi kuota sampah dari Bantul yang dikirim ke TPA Piyungan.

Sebab, pada Maret 2024 mendatang, kuota sampah Bantul yang dikirim ke TPA Piyungan akan dikurangi lima ton, sehingga menjadi 80 ton per hari.

"Jadi ini bagian yang harus kami hadapi dan lakukan. ITF Niten paling tidak bisa untuk mengambil nafas sejenak untuk bisa melakukan pengurangan sampah ke Piyungan,” ucapnya.

Koordinator Lapangan ITF Niten Gatot Junedi menjelaskan, ada 19 petugas yang saat ini bekerja di ITF Niten pada Senin hingga Sabtu.

Sedangkan peralatan yang ada di ITF Niten saat ini adalah rotary kiln, mesin gibrig, mesin press, dan mesin pencacah.

"Sudah diuji cobakan selama dua minggu terakhir, nanti rencana akan di-launching tanggal 27 Februari,“ jelasnya.

Ia mengungkapkan, ada kendala yang ditemui selama masa uji coba dalam dua minggu terakhir ini. Yakni, terkait penanganan sampah yang memiliki kadar air tinggi.

“Sampah yang basah atau terlalu lama itu terasa berat untuk masuk ke mesin gibrig. Mesinnya memang bisa jalan tapi agak terbebani,” kata Junedi.

Lurah Pasar Niten Nur Wijaya mengatakan, sebelum ada ITF Niten, sampah di pasarnya sudah dikelola dengan baik.

Di mana, pedagang dan petugas DLH Bantul melakukan pemilahan sampah yang berasal dari dalam pasar. Kemudian dikirim ke TPA Piyungan.

Sampah Pasar Niten rata-rata sebanyak setengah ton per hari.

“Tidak pernah ada masalah karena ada tempat sendiri. Kalau soal sampah kami tidak pernah sampai keteteran,” ungkapnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#mesin pencacah #Pengolahan Sampah #Pasar Niten #Intermediate Transfer Facility #itf