Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Film Dirty Vote Trending di Twitter, Warganet : Film Ini Menandakan Preseden Buruk Sejarah Demokrasi Indonesia

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 13 Februari 2024 | 20:12 WIB
Dirty Vote, Film Dokumenter Menyikapi Dugaan Kecurangan Pemilu dan Pilpres 2024.
Dirty Vote, Film Dokumenter Menyikapi Dugaan Kecurangan Pemilu dan Pilpres 2024.


RADAR JOGJA – Film dokumenter kecurangan pemilu Dirty Vote hingga kini masih trending di X/twitter, usai tayang perdana, Minggu (11/2/2024).

Banyak warganet marah dengan dugaan kecurangan pemilu yang terjadi selama ini setelah menonton film tersebut.

Salah satu warganet, @y_stbatuah mencuitkan bahwa dia telah menonton film dokumenter tersebut. Menurutnya film ini sangat berguna jelang hari pemungutan suara 14 Februari.


"Udah ditonton, terima kasih. Film ini sangat berguna sekali, jelas sekali skenario sangat rapi, menurut mereka sudah rapi, tapi skenario Allah lah yang akan berlaku, semoga Allah melindungi bangsa Indonesia dari orang yang haus kekuasaan," cuit @y_stbatuah, Minggu (11/2/2024).

Akun lainnya, @abanglurus mengaku sedih dengan kondisi negara ini setelah menonton Dirty Vote. "Hancur, rusak ini negara. Dirty Vote," cuitnya.


Sementara itu, akun @JonnoPras3tyo mengungkap bahwa kemunculan fim ini menandakan preseden buruk bagi sejarah demokrasi Indonesia.

"Sampai tercipta film seperti ini berarti akan menjadi catatan yang buruk bagi sejarah demokrasi negeri ini," cuitnya.


Netizen Indonesia ikut berkomentar tentang film dokumenter Dirty Vote, banyak yang bertanya kenapa film Dirty Vote ini keluar atau di rilis saat masa tenang menjelang pemilu?


Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid turut berkomentar di X mengenai film Dirty Vote.

Menurutnya tiga pakar hukum tata negara yang mengisi film ini - Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar - merupakan pejuang demokrasi yang kredibilitasnya tak perlu diragukan.

"Dirty Vote. Diisi oleh 3 Pejuang Demokrasi yang dihormati oleh para aktivis se-Indonesia. Rekam jejak dan kredibilitas jelas. Diproduksi oleh WatchDoc, produsen film-film dokumenter, penerima penghargaan Magsaysay Award yang dianggap sebagai Nobel Asia. Percaya? Ya iyalah," cuitnya.


Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman, menyebut dokumenter Dirty Vote merupakan film yang berisi fitnah.

Dia, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR itu, mempertanyakan kebenaran pakar-pakar hukum yang hadir di film itu. Habib juga menyangsikan dugaan kecurangan yang diarahkan ke Prabowo-Gibran.

"Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah," kata Habib dalam jumpa pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta, Minggu (11/2/2024). (Zihan Yafi Alghani/Radar Malioboro)

Baca Juga: Dua Hari Menjelang Coblosan 2024, Gunung Merapi di Sleman Muntahkan 36 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur Maksimum 1,7 Kilometer

Editor : Meitika Candra Lantiva
#twitter #Film #Dirty Vote #Sejarah Demokrasi Indonesia #Trending #preseden buruk