SLEMAN - Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta melakukan inovasi yang cukup menarik. Mereka berhasil menciptakan solusi inovatif dengan memanfaatkan limbah jerami menjadi pelet briket biomassa yang bernilai ekonomis.
Tim mahasiswa program studi teknik kimia itu terdiri dari Kalya Dinda Az-Zahra, Raisa Wahyu Saputri, dan Melati Surya Gupita.
Mereka berhasil menciptakan produk bernama Ryzket melalui mini eksperimen dalam mata kuliah kimia fisika.
Kalya menjelaskan, Ryzket adalah hasil pengembangan dari limbah jerami menjadi pelet briket yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
"Pelet briket sendiri merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan," jelasnya pada Radar Jogja, Kamis (8/2).
Ia mengungkapkan, dipilihnya limbah jerami salah satunya adalah karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia.
Disebutnya, Indonesia merupakan negara agraris terbesar di dunia yang secara umum berdampak juga pada tingginya limbah jerami yang kurang dimanfaatkan.
Dikatakannya, biasanya limbah jerami hanya digunakan sebagai pakan ternak atau malah hanya dibakar dan menghasilkan polusi udara.
Mereka bertiga akhirnya melakukan riset dan membuat pelet briket untuk mengubah limbah jadi sesuatu yang bermanfaat, berdampak baik, dan mempunyai nilai ekonomi.
"Selain itu limbah jerami juga mempunyai kandungan high heating value (HHV) untuk pengganti bahan bakar biomassa," lontarnya.
Gayung bersambut, lewat penelitian dan inovasi yang sejatinya merupakan tugas mata kuliah kimia fisika tersebut, mereka berhasil memperoleh juara pertama dalam gelaran lomba Students Entrepreneurship Competition (SEC) 2024.
Ke depannya, Kalya membeberkan bahwa tim Ryzket akan memperbaiki draft jurnal mereka agar bisa segera publis di jurnal internasional.
Selain itu, mereka juga ingin melakukan penelitian lebih lanjut agar produk Ryzket bisa sempurna sebagai pengganti bahan bakar fosil.
"Kami juga mencari mitra agar produk ini bisa diproduksi secara massal dan dikomersilkan," harapnya.
Sementara itu, dosen pembina tim Ryzket yakni Dr Heri Septya Kusuma menyampaikan, gagasan ide tidak hanya sebatas tugas mata kuliah.
Tim Ryzket juga mencari kesempatan untuk mengembangkan produk.
"Kami terpilih sebagai salah satu peserta final, mereka mampu menunjukkan produk Ryzket dengan baik melalui presentasi dan pameran produk yang disediakan oleh rumah BUMN Gunungkidul," terangnya.
Heri juga menambahkan, dalam kompetisi SEC tersebut, tim Ryzket berhasil mengungguli peserta dari perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia dan akhirnya berhasil meraih juara pertama.
"Keberhasilan ini tak lepas dari ide bisnis yang inovatif, implementasi kuat, serta keahlian editing dan public speaking tim Ryzket," bebernya.
Heri menilai keberhasilan ini tidak hanya menyumbangkan prestasi bagi mahasiswa UPN semata.
Tetapi, juga memberikan dampak positif dalam pengelolaan limbah jerami menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
"Produk Ryzket dapat memberi kontribusi pengurangan limbah dan pemanfaatan energi terbarukan," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad