BANTUL – Polres Bantul mengungkapkan baru-baru ini terjadi dua kasus pencurian modus ganjal ATM di Bantul.
Adapun kerugian dari dua kasus pencurian tersebut tercarat hingga puluhan juta rupiah.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan, dua kejadian kasus pencurian modus ganjal ATM yang terjadi di Bantul tersebut terjadi pada Sabtu (3/2) sekitar pukul 09.00 dan pukul 10.00 di sebuah ATM di SPBU Cengkiran, Pandak, Bantul.
Kasus pertama yang terjadi pada pukul 09.00 menimpa RD, 31, warga Pajangan, Bantul. Saat itu, korban hendak mengambil uang.
Namun, setelah uang terambil, kartu ATM korban tidak bisa keluar.
Kemudian, ada orang yang menawarkan bantuan dan menyarankan agar korban kembali memasukan nomor pin ATM.
"Akan tetapi, hal itu tidak membuahkan hasil. Saat di-cancel kartu ATM tetap tidak keluar,” kata Jeffry, Selasa (6/2).
Korban pun pulang ke rumah dan baru menyadari jika uang di rekeningnya berkurang Rp 10,2 juta. Setelah itu, korban pun melaporkan kejadian itu ke Polres Bantul.
Kasus kedua yang terjadi pada pukul 10.00 menimpa TH, 31, warga Sukoharjo, Jawa Tengah yang mengambil uang senilai Rp 1 juta. Usai menarik uang, kartu ATM korban tidak mau keluar.
Kemudian korban bertanya kepada seorang pria yang tidak dikenal. Lalu oleh orang itu diarahkan untuk menyebutkan nomor PIN korban.
“Namun, kartu ATM korban tetap tidak bisa keluar, dan pria itu bilang kartu ATM sudah diblokir," ujar Jeffry.
Setelah itu, korban pergi meninggalkan lokasi kejadian. Kemudian pada Senin (5/2) sekitar pukul 08.00 korban datang ke bank dan ternyata dari keterangan customer service telah terjadi penarikan uang senilai Rp 13,5 juta dari rekening korban.
“Korban langsung melaporkannya ke Polsek Pandak. Saat ini kami tengah menyelidiki kasus tersebut,” ungkap Jeffry.
Menurutnya, modus pencurian dengan cara mengganjal slot kartu pada mesin ATM masih memakan korban meski sudah sering terjadi.
Modusnya pun beragam. Di antaranya, yakni pura-pura membantu korban. Padahal pelaku dengan cepatnya langsung menukar atau mengganjal ATM milik calon korbannya.
Terkait hal tersebut, Jeffry mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati. Agar tidak menjadi korban pelaku kejahatan saat bertransaksi di ATM.
Ia mengimbau, masyarakat diusahakan jika ingin menarik uang atau bertransaksi pada mesin ATM, lokasinya aman dan ada petugas keamanan internal seperti satpam.
Kemudian, masyarakat harus memperhatikan kondisi di sekitar ATM. Waspada bila ada yang mencurigakan seperti ada orang yang tengah mengintai.
“Atau apabila ada tempelan kertas yang menyatakan harus menghubungi nomor telepon tertentu bila mengalami masalah saat bertransaksi, maka nomor tersebut sangat diragukan kebenarannya,” jelas Jeffry.
Saat memasukkan PIN ATM, lanjut Jeffry, usahakan posisi tombol tidak terlihat oleh orang lain yang berada di sekitar.
Masyarakat juga diminta mengecek kondisi lubang tempat memasukkan kartu tersebut. Apakah ada benda yang mengganjal atau tidak.
Terlebih, jangan meminta bantuan kepada orang yang bukan petugas resmi.
“Yang paling penting dan kerap terjadi sesaat sebelum modus pencurian dilancarkan pelakunya, bila kartu tersangkut di mesin ATM,” ucap Jeffry.
Masyarakat bisa memanggil atau meminta bantuan satpam yang berpakaian dinas yang ada di sekitar lokasi.
Selain itu, jangan pernah memberitahukan nomor PIN kartu ATM kepada siapapun, kecuali kepada orang yang sudah dikenal dan dipercaya untuk menarik uang.
“Harapannya imbauan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya pengguna kartu ATM agar tidak menjadi korban kejahatan,” harap Jeffry. (tyo)
Editor : Amin Surachmad