KULON PROGO - Objek wisata Pule Payung yang terletak di Padukuhan Suropati, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo memperlihatkan penurunan pengunjung.
Penurunan pengunjung disinyalir karena adanya penarikan retribusi di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Waduk Sermo.
"Tentunya ada penurunan jumlah pengunjung, memang banyak faktornya terutama adanya penarikan retribusi di Waduk Sermo," ucap pengelola objek wisata Pule Payung Sukamto, saat ditemui Radar Jogja, Senin (5/2).
Menurut Sukamto, selama ini banyak sekali pengunjung yang mengeluhkan adanya pembayaran retribusi di TPR Waduk Sermo. Walaupun mereka tidak berniat untuk mengunjungi Waduk Sermo.
Sebagian pengunjung bahkan tidak melewati jalur lingkar Waduk Sermo, untuk sampai di Pule Payung, namun tetap ditarik retribusi masuk.
"Selama ini kami sudah berkonsultasi ke Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, agar kejadian ini tak terulang kembali. Namun, belum ada solusi konkrit yang kami dapat," ucap Sukamto.
Permasalahan penarikan retribusi ini, sudah lama terjadi bahkan ketika Pule Payung naik daun di tahun 2018
Banyak pengunjung yang datang saat malam hari, untuk menikmati salah satu wahana Kopi Angkasa di Pule Payung.
Namun, penjagaan di Pos TPR Waduk Sermo juga diperketat hingga malam. Hal ini membuat banyak pengunjung mengalami penarikan retribusi di TPR.
"Dibagian tiket masuk seringkali dikomplain pengunjung, karena pengunjung merasa sudah membayar tiket di Waduk Sermo," ucap Sukamto.
Sukamto mengungkapkan penarikan di jalan umum cukup merugikan pihaknya. Hal ini melihat letak TPR yang berada di Jalan Bendungan Sermo yang mengarah ke Pule Payung.
Ia juga mengungkapkan, perihal travel yang mengeluh adanya retribusi. Padahal, dalam rencana kunjungan rombongan tidak melewati Waduk Sermo.
Menurutnya, kunjungan wisatawan yang menggunakan agen travel jumlahnya sangat banyak, dibanding wisatawan perorangan.
"Kontribusi kami sebenarnya ada di pajak, dan menyumbang pemasukan desa," ucap Sukamto.
Pihak pengelola Pule Payung sebenarnya tidak mempermasalahkan adanya penarikan di TPR Waduk Sermo.
Sukamto justru mendukung, namun perlu ada dukungan dari dinas terkait dalam pengelolaan lanjutan objek wisata.
Ia juga mengungkapkan dukungan yang selama ini diterimanya adalah dukungan pelatihan, dan pengelolaan dari dinas terkait.
Namun, ia juga berharap dukungan promosi, terutama jika melihat pengunjung yang semakin lama semakin menurun.
Sementara itu, wisatawan asal Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sudi, mengungkapkan ditarik retribusi di TPR Waduk Sermo.
"Saya dengan istri membayar retribusi di TPR Waduk Sermo," ucap Sudi saat ia berkunjung di Pule Payung.
Ia menjelaskan bahwa kedatangannya di Pule Payung melalui jalan Padukuhan Soka, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap.
Jalan tersebut mengarah langsung menuju Pule Payung tanpa memasuki Jalan Lingkar Sermo.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Senin (5/2).
Ia mengatakan bahwa kejadian itu belum sampai ke telinganya. Biasanya setiap objek wisata akan berkomunikasi padanya jika menemui masalah.
Kendati belum mendapat informasi, Joko menjelaskan bahwa adanya TPR di Waduk Sermo merupakan aturan yang sudah ditetapkan.
Ia juga menekankan bahwa TPR Sermo sudah ada sejak lama sebelum Pule Payung ada.
"Kami melakukan kajian dalam penentuan lokasi TPR, bersama pihak BBWS, Pemkab, dan pihak lainnya," ucap Joko.
Joko menambahkan bahwa lokasi TPR tidak bisa sembarang dipindahkan karena harus dengan persetujuan pihak pengelola Waduk Sermo.
"Yang bisa kami sarankan adalah meminta pihak pengelola Pule Payung untuk menempatkan petugas marshall di TPR," ucap Joko.
Penempatan petugas Pule Payung di TPR dimaksudkan agar wisatawan Pule Payung tidak ditarik biaya di TPR. Sekaligus memastikan wisatawan tidak memasuki wilayah objek wisata Waduk Sermo.
Hal ini merupakan jalan tengah agar Pule Payung tidak terkena komplain, sekaligus target PAD tetap terjamin.
"Lebih lanjut kami akan segera mengkomunikasikan," ucap Joko. (cr7)
Editor : Amin Surachmad