Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Anak Pesantren Diharap Menjadi Soleh Justru Menjadi Solehot, Viral di Sosial Media

Cici Jusnia • Minggu, 28 Januari 2024 | 23:03 WIB
Kisah Anak Pesantren Diharap Menjadi Soleh Justru Menjadi Solehot, Viral di Sosial Media
Kisah Anak Pesantren Diharap Menjadi Soleh Justru Menjadi Solehot, Viral di Sosial Media

RADAR JOGJA - Sebuah kisah mengejutkan seputar seorang bocah laki-laki yang dimasukkan ke pesantren dengan harapan menjadi anak soleh, namun justru malah menjadi solehot, menjadi viral di media sosial.

Informasi ini tersebar melalui akun Instagram @sedangrame pada Minggu (28/1), yang mengunggah 4 gambar tangkapan layar dan 1 video yang memperlihatkan perubahan sikap dan penampilan remaja tersebut.

Pada foto pertama, terlihat bocah tersebut berpose selfie dengan senyuman manis dan gaya dua jari, mengenakan pakaian muslim. Tulisan pada gambar tersebut menggambarkan pernyataan dari ibunya, "mom said: de, pesantren saja ya biar sholeh."

Baca Juga: Empat Mahasiswa UGM Berhasil Kembangkan Larvasida dari Kulit Mangga Untuk Menekan Kasus DBD

Pada foto kedua, bocah tersebut kembali berpose selfie dengan gaya unik, menjulurkan lidah, dan mengenakan jumper hitam serta mahkota bulu dengan tulisan "i'am sorry."

Gambar ketiga menampilkan foto full body bocah tersebut yang duduk di atas pasir pantai. Ia mengenakan hotpants dan topcrop yang memperlihatkan bahunya, dilengkapi dengan jaket berlabel "maaf mah aku gagal."

Pada foto keempat, terlihat kondisi jalanan yang sedang hujan di malam hari dengan tulisan yang menyiratkan penyesalan, "aku benci diriku yang selalu gagal dalam hal apapun."

Terakhir, video yang diunggah menampilkan remaja tersebut sedang melakukan joget TikTok.

Ia mengenakan hotpants, croptop, dan jaket, serta dilengkapi dengan aksesoris perempuan seperti kacamata, kalung, dan tas perempuan.

Caption pada unggahan tersebut cukup menggambarkan situasi, "sulit di selamatkan."

Viralnya postingan ini memantik berbagai komentar dari netizen yang terbagi antara dukungan dan keprihatinan.

Salah satu netizen, @koeniggstrasse_, mengomentari, "pesantren bukan bengkel anak-anak rusak."

Sementara @plain_0nigiri menyatakan, "gak kebayang bagaimana perasaan bapaknya," dan @alfatahyasin menegaskan, "mau jadi apa itu pilihanmu. Yang penting jangan ngajakin dan ngerusak anak orang."

Editor : Bahana.