Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasil PSIM Jogja v Semen Padang: Asa Masih Ada, Nggak Ada Cerita Lagi Kalah Atau Seri!

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 28 Januari 2024 | 03:03 WIB
MASIH YAKIN: Pemain PSIM Jogja menghadapi Semen Padang di Stadion Mandala Krida Sabtu (27/1).
MASIH YAKIN: Pemain PSIM Jogja menghadapi Semen Padang di Stadion Mandala Krida Sabtu (27/1).

JOGJA - Asa masih ada. Meski, mimpi PSIM Jogja untuk lolos ke kompetisi Liga 1 Indonesia tampaknya menipis. Asa itu memudar setelah bermain imbang 0-0 dengan tamunya Semen Padang FC di Stadion Mandala Krida Jogja Sabtu (27/1).

Hasil imbang ini membuat PSIM hanya bisa mengantongi enam poin dan tertahan di peringkat tiga klasemen grup X.

Sementara di partai yang lain, Persiraja Banda Aceh menang 2-0 atas PSMS Medan. Laskar Rencong berhasil menduduki puncak klasemen dengan sembilan poin.

Lalu, di peringkat kedua ada Semen Padang FC dengan tujuh poin.

PSIM Jogja masih tertahan di peringkat tiga dengan mengantongi enam poin.

Langkah PSIM Jogja untuk melaju ke babak semifinal saat ini memang sangat berat.

Walaupun di laga selanjutnya saat kontra PSMS Medan bisa menang, Hariono dkk tetap tidak bisa meraih peringkat pertama klasemen.

Sebab, kalau Semen Padang menang atas Persiraja Banda Aceh di laga mendatang, asa lolos kesemifinal Laskar Mataram dapat sirna.

Tapi, jika tim Kabau Sirah imbang dengan Laskar Rencong, skuad kebanggaa  Jogja tetap bisa mengejar untuk mendapatkan peringkat dua terbaik di grup agar bisa lolos ke fase semifinal.

Di laga kontra Semen Padang FC kali ini, hasil imbang yang diraih PSIM Jogja membuat para suporter menuntut kejelasan dari manajemen.

Pelatih epala PSIM Jogja Kas Hartadi meminta maaf kepada para suporter karena belum bisa mendapatkan tiga poin di laga kali ini.

Sebab sebelumnya, ia berjanji menargetkan kemenangan dan tidak ada kata seri. Apalagi, kalah.

"Di menit ke-14 kami udah dapat kartu merah dan kami main bagus serta bisa menyerang terus. Tapi, hasil kurang memuaskan,"

Walaupun peluang PSIM Jogja untuk lolos ke semifinal terbilang kecil, Kas Hartadi tetap optimistis.

Sebab, menurutnya, kemenangan melawan PSMS Medan mendatang tetap bisa menjaga asa agar bisa lolos ke semifinal.

"Kami masih ada satu pertandingan. Yang terpenting, besok di Medan kami poin tiga. Nggak ada cerita lagi kalah atau seri. Dan, tentunya melihat hasil pertandingan tim lain," katanya.

Winger PSIM Jogja Sugiyanto mengaku, sebenarnya para pemain sudah berjuang semaksimal, semampunya, dan sekuat tenaga untuk bisa meraih kemenangan atas Semen Padang.

Tapi, menurutnya, hasil imbang yang didapat ini mungkin belum rezekinya. 

"Kami minta maaf kepada masyarakat Jogja dan suporter Brajamusti dan The Maident. Mohon maaf yang sebesar-besarnya," tegasnya.

Sementara itu, pelatih kepala Semen Padang FC Delfiadri menyebut, pertandingan kali ini sangat alot sekali.

Namun, ia tetap mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya anak asuhnya yang sudah berjuang habis-habisan di laga ini.

Delfiadri juga mengatakan, hasil imbang di laga kontra PSIM Jogja ini patut disyukuri. Sebab, hasil seri yang didapat ini sudah cukup baik.

"Lawan kami PSIM Jogja, dan sudah menghalangi langkah mereka. Seandainya PSIM menang, poinnya sangat riskan sekali. Kalau besok menang lagi bakal sengit dan lain cerita," tuturnya.

Kapten tim Semen Padang FC Rosad Setiawan juga mengaku pertandingan melawan tim Laskar Mataram ini memang cukup sulit. 

Menurutnya, baik PSIM Jogja maupun Kabau Sirah sama-sama menginginkan kemenangan di laga kali ini.

"Dan hasil seri sepertinya memang pantas. Jadi, kami bersyukur selanjutnya kami akan berjuang kembali melawan Persiraja dan kami ingin memetik kemenangan lawan Persiraja," tandasnya.

Sebebarnya di laga ini, perjuangan para pemain PSIM Jogja patut dihargai. Sepuluh pemain berjuang karena Alfriyanto Nico diganjar kartu merah di menit-menit awal babak pertama.

PSIM Jogja tetap bisa menahan imbang Semen Padang. 

Sebenarnya Laskar Mataram berhasil mendominasi permainan di menit-menit awal laga babak pertama sebelum Alfriyanto Nico mendapatkan kartu merah.

Anak-anak Jogja yang ingin mendapat poin penuh di laga hidup dan mati ini terus berusaha menjebol gawang tim Kabau Sirah. 

Terbukti, sundulan Augusto Neto membentur mistar gawang. Tendangan Ari Maring memanfatakan bila rebound pun masih melebar ke sisi kanan gawang lawan. 

Seorang pmain Kabau Sirah mencoba spekulasi melakukan tendangan jarak jauh. Tendangan kerasnya itu hampir membobol gawang Pancar Nur.

Pada babak kedua, tim tamu hampir menjebol gawang Pancar Nur. Sundulan Kenneth Ngwoke melebar di sisi kanan gawang.

Bek Laskar Mataram Dias Angga sebenarnya mendapatkan peluang melalui tendangan bebas persis di depan kontak penalti lawan.

Tapi, tendangannya masih sedikit melambung di atas gawang Kabau Sirah.

Masuknya Arya Geryyan dan Fadilla Akbar memberikan semangat baru bagi skuad Laskar Mataram. PSIM terus menggempur dan mengurung lawan. 

Winger Ari Maring berhasil lolos dari kawalan bek Semen Padang. Akan tetapi, tendangannya masih bisa ditepis oleh kiper lawan. 

Laga berakhir tanpa gol. (ayu)

Editor : Amin Surachmad
#kas hartadi #semen padang #PSIM Jogja