RADAR JOGJA - Pengiriman bantuan untuk warga Palestina dan obat-obatan kepada tawanan yang ditahan oleh Hamas telah meninggalkan Doha Rabu (16/1/2024).
Bantuan tersebut dikirim menuju Mesir dan selanjutnya di angkut ke Gaza.
Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan untuk mengizinkan pengiriman obat-obata kepada tawanan Israel yang ditahan di jalur Gaza.
Dilansir dari Aljazeera.com, bantuan juga disalurkan kepada penduduk di wilayah Palestina yang terkepung.
Kementrian Luar Negri Qatar menyatakan bahwa kesepakatan itu akan memberikan bantuan kemanusian pada warga sipil di Gaza yang paling terkena dampak dan rentan.
Dengan imbalan pengiriman berupa obat-obatan pada tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas, kelompok yang menguasai Gaza.
Juru bicara kementrian Majed al-Asari mengatakan, obat-obatan dan bantuan akan meninggalkan Doha pada hari Rabu (16/1/2024) menuju kota El Arish di Mesir.
Untuk kemudian persiapan pengirimannya ke jalur Gaza.
Dia mengatakan, perjanjian itu dimediasi oleh Qatar yang bekerja sama dengan Prancis.
Paket medis khusus selama beberapa bulan, yang dikumpulkan di Prancis akan dikirimkan ke masing-masing 45 sandera.
Komite Internasional Palang Merah akan berkoordinasi di lapangan.
Dilansir dari Aljazeera, berdasarkan statistik resmi, Hamas menyandera sekitar 240 orang selama serangannya di Israel selatan pada 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang.
Israel menanggapi serangan itu dengan pengeboman dahsyat, pengepungan dari invasi darat ke Gaza. Lebih dari 24.000 orang telah tewas dalam serangan Israel.
Lebih dari 100 tawanan dibebaskan dalam gencatan senjata Selama seminggu pada akhir November setelah negoisasi panjang yang dimediasi oleh Qatar dan Amerika Serikat.
Sebagai imbalannya Israel membebaskan ratusan tahanan Palestina dari penjara.
Sebelumnya pada hari Selasa, Gedung Putih mengatakan utusan AS untuk Timur Tengah Brett McGurk berada di Doha dalam beberapa hari terakhir untuk membahas kemungkinan kesepakatan pembebasan tawanan. (Firda/Radar Jogja)
Baca Juga: Targetkan Realisasi 95 Persen, Pelaksanaan Imunisasi Polio Putaran Pertama Baru Capai 39,3 Persen
Editor : Meitika Candra Lantiva