Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hamas Rilis Video Yang Menunjukkan Mayat Dua Sandera Setelah Memberikan Peringatan pada Israel

Bahana. • Selasa, 16 Januari 2024 | 22:45 WIB

 

Kelompok perlawanan Palestina Hamas, Brigade Al Qassam
Kelompok perlawanan Palestina Hamas, Brigade Al Qassam

RADAR JOGJA - Hamas menyatakan bahwa dua dari tiga sandera telah terbunuh oleh serangan rudal Israel setelah video teaser dirilis yang menunjukkan mereka.

Kelompok teror tersebut tampak menunjukkan mayat dua sandera Israel Yossi Sharabi (53) dan Itai Svirsky (38) pada hari senin lalu setelah memperingatkan Israel bahwa mereka mungkin akan dibunuh jika Israe tidak menghentikan pemboman terhadap Gaza.

Video tersebut juga menunjukkan sandera Israel ketiga, Noa Agramani (26), yang berbicara dibawah tekanan mengatakan keduanya dibunuh oleh serangan IDF mereka sendiri, yaitu militer Israel.

Dilansir dari Independent, Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari berusaha menepis tuduhan tersebut, dengan mengatakan, Itai tidak ditembak oleh pasukan kami. Itu adalah kebohongan Hamas.

"Bangunan tempat mereka ditahan bukanlah sasaran dan tidak diserang oleh pasukan kami,” kata Hagari pada wartawan.

“kami tidak meneyerang suatu tempat jika mungkin kami tahu mungkin ada sandera didalamnya” katanya, seraya menambahkan bahwa daerah didekatnya telah menjadi sasaran," tambahnya.

Ketiganya termasuk diantara 240 orang yang disandera oleh militer Hamas dalam serangan mendadak lintas batas ke Israel Selatan pada 7 Oktober.

Sekitar setengah dari sandera tersebut dibebaskan dalam gencatan senjata yang berlangsung singkat pada bulan November, namun Israel mengatakan 132 Sandera masih berada di Gaza dan 25 orang tewas dalam penawanan.

Ketiga warga Israel tersebut ditampilkan dalam video Hamas pada hari Minggu dimana kelompok tersebut mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan serangan udara dan darat dan membebaskan mereka.

Pemboman udara balasan Israel dan serangan darat berikutnya telah menewaskan lebih dari 24.000 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, menurut kementrian kesehatan yang dikelola Hamas.

Baca Juga: Selain Luffy, Ini 4 Bajak Laut Lain yang Bisa Jadi Kandidat Raja Bajak Laut!

Nasib para sandera masih berada di Gaza, masih menjadi kekhawatiran sebagian besar warga Israel.

Selama akhir pekan, keluarga sandera melakukan demonstrasi 24 jam, termasuk pemogokan solidaritas selama 100 menit yang dilakukan oleh serikat pekerja nasional Histadrut, bersama dengan institusi akademis dan berbagai perusahaan swasta. (Firda Zahrotun Nisa/Radar Jogja)

Editor : Bahana.
#Israel #gaza #sandera #hamas