RADAR JOGJA - Menteri Perhuhungan (Menhub) Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, meminta China untuk berinvestasi dalam pembangunan kereta tanpa rel, atau Automated Rail Transit (ART), di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rekomendasi pembangunan ini disampaikan ke China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC).
Pemerintah Indonesia ingin menggunakan beberapa Kereta Otonom dari CRRC untuk digunakan di IKN.
"Satu set kereta terdiri dari tiga gerbong, berkapasitas 307 penumpang, memiliki kecepatan operasional 40 km/jam dan kecepatan maksimal 70 km/jam," ungkap Menteri Transportasi Republik Rakyat China, Budi Karya Sumadi setelah bertemu dengan Li Xiaopeng dikutip dari Kaltimfoks, Selasa (16/1/2024).
Setelah pertemuan itu, dilaporkan bahwa CRRC akan mengirimkan unit Kereta Otonom ke Indonesia untuk ditunjukkan di IKN sekitar bulan Juli 2024.
Dalam kesempatan ini, Kereta Otonom menunjukkan kemampuan mereka.
Menurutnya, Indonesia meminta dukungan Pemerintah China untuk mengundang perusahaan swasta untuk investasi dalam proyek perkeretaapian di kota-kota besar di Indonesia seperti Bandung, Semarang, dan Makassar.
Ajakan kepada China untuk berinvestasi di bidang penerbangan, tidak hanya di bidang perkeretaapian.
Khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan penerbangan di wilayah dengan landasan pacu dan runway yang cukup pendek.
Serta untuk meningkatkan kapasitas kerja sama pekerja penerbangan.
"Satu set kereta terdiri dari tiga gerbong, berkapasitas 307 penumpang, memiliki kecepatan operasional 40 km per jam dan kecepatan maksimal 70 km per jam," katanya dalam keterangan resmi pada Jumat, 12 Januari.
Pihak CRRC menyambut baik keinginan Pemerintah Indonesia.
Menurutnya, CRRC akan membawa unit Kereta Otonom ke Indonesia sebagai etalase pameran di IKN sekitar Juli 2024.
"Ini menjadi ajang demonstrasi kemampuan Kereta Otonom," bebernya. (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Baca Juga: Pria Berkaos Hitam Nekat Rampok Kasir Minimarket di Cianjur, Berakhir Diamankan Warga!
Editor : Meitika Candra Lantiva