RADAR JOGJA – Ekuador baru- baru ini menetapkan 60 hari status darurat, Militer dan Polisi terlihat di tengah keramaian seperti pusat perbelanjaan dan trasnportasi umum.
Hal ini menjadi pemandangan yang lumrah di ekuador sejak di berlakukannya status darurat pada Senin, (8/01/2024).
Status darurat ini bakal berlaku selama 60 hari ke depan karena banyaknya ancaman pada stabilitas negara dari geng-geng kriminal dalam negeri.
Akhir pekan lalu, pada Minggu, 7 Januari 2024, Jose Adolfo Macias Villamar atau yang kerap dipanggil Fito bos narkoba dari geng Los Choneros kabur dari penjara.
Ini adalah trigger utama status darurat ekuador, sebelumnya Fito punya catatan criminal perdagangan narkoba, manusia.
Tak hanya itu dia dicap melakukan kejahatan terorganisir hingga pembunuhan dan divonis 34 tahun penjara pada 2011.
Kemudian Jose sempat kabur di tahun 2013 namun tertangkap.
“Kekuatan penuh negara dikerahkan untuk menemukan individu yang sangat berbahaya ini,” ucap Roberto Izureta (Jubir Presiden Ekuador).
Beberapa ulah Los Chonerosn bukan Cuma narkoba saja, bahkan menyediakan jasa pembunuh bayaran dan perdagangan manuasia, menguasai jaringan penjara ekuador karena banyak anggota yang di tangkap.
Lantaran membunuh capres Ekuador FernandoVillavicencio di 2023 dan jaringan sindikat narkoba antar negara dengan meksiko dan kolombia.
Tidak berhenti di situ saja, pada Selasa 9 Januari 2024 sebuah stasiun tv nasional di ekuador juga tiba-tiba dibajak oleh geng criminal tak di kenal.
Namun, berkat aksi responsive dari kepolisian, akhirnya sebanyak 13 orang berhasil di tangkap sebagai pelaku penyekapan.
Mengerikannya, hal ini terjadi setelah ada 7 polisi diculik dan beberapa ledakan di kota dan napi menyandera para penjaga penjara.
“Kami sedang berperang dan kami tidak bisa menyerah dalam menghadapi kelompok teroris ini,” ucap Presiden Ekuador (Daniel Noba). (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Baca Juga: Perang Israel di Gaza : 100 Hari Kematian dan Penderitaan, Warga Palestina Diambang Kelaparan
Editor : Meitika Candra Lantiva