SLEMAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman dipastikan menambah lima titik zona selamat sekolah (Zoss). Realisasinya pun ditarget dapat selesai sebelum pertengahan tahun mendatang.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Sleman Fransiskus De Sales Adriarto mengatakan, untuk pengadaan lima titik Zoss itu pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 335 juta.
Pengadaan juga ditarget dapat selesai dalam semester satu atau enam bulan pertama tahun ini.
Dia membeberkan, kelima titik Zoss yang akan direalisasikan itupun tersebar di berbagai wilayah.
Di antaranya, kompleks Kalurahan Sumbersari Moyudan, SMP Negeri 2 Berbah, SMK Muhammadiyah Berbah, SDN Sidorejo Selomartani Kalasan, dan SD Muhammadiyah Bayen Kalasan.
“Semoga tidak ada rasionalisasi anggaran, sehingga kelima titik Zoss yang sudah direncanakan pada tahun 2024 bisa terealisasi,” ujar Adri kepada Radar Jogja, Kamis (11/1).
Adri menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk membuat Zoss mencapai Rp 60 juta sampai Rp 70 juta per titiknya. Meliputi pengadaan aspek pemberian marka warna merah, putih, dan kuning.
Selain itu, berbagai jenis rambu dan warning light yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Untuk kondisi di kabupaten Sleman sendiri, tidak semua sekolah membutuhkan ZoSS. Karena pengadaan ZoSS wajib melihat tingkat kerawanan lingkungan sekolah sesuai aturan yang berlaku.
Namun, diakuinya, jumlah Zoss di Sleman masih memang minim.
Pada tahun 2023 baru sepuluh sekolah di Bumi Sembada yang sudah memiliki Zoss.
Di antaranya, SDN 1 Mancasan, SMPN 1 Ngaglik, SDN 1 Glagaharjo, dan SDN Gentan.
Lalu, SMPN 1 Godean, SMPN 1 Mlati, SLB Sejahtera Seyegan, SDIT Baitussalam Cangkringan, SMPN 1 Kalasan, dan SMPN 1 Gamping.
“Untuk pengadaan Zoss di tahun lalu kami terkendala dalam hal minimnya anggaran,” terang Adri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengungkapkan, dari hasil pendataan pihaknya ada beberapa sekolah yang membutuhkan ZoSS. Lantaran letaknya yang berada persis di tepi jalan raya.
Jumlahnya pun mencapai puluhan karena terletak pada tepi jalan raya nasional, provinsi, dan kabupaten. Kebutuhan Zoss juga mendesak pada berbagai jenjang sekolah.
"Untuk sekolah yang berada di jalan nasional dan provinsi harus koordinasi dengan OPD terkait yang menangani di masing-masing tingkat," terang Ery beberapa waktu lalu. (inu)