RADAR JOGJA - Operator jaringan listrik Ukraina mengatakan cuaca musim dingin yang parah menyebabkan lebih dari 1000 kota dan desa tanpa listrik di sembilan wilayah dan mendesak penduduk untuk menghemat listrik karena sistem energi telah melemah akibat serangan Rusia.
Operator jaringan listrik Ukrenergo melaporkan, bahwa konsumsi listrik berada pada tingkat tertinggi minggu ini karena suhu turun hingga -15 derajat celcius di beberapa wilayah di negara ini.
Cuaca tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada jaringan distribusi disertai dengan angin kencang, embun beku dan lapisan es tebal pada peralatan, sehingga menunda pekerjaan perbaikan.
Vitaly Kim, Gubernur wilayah selatan Mykolaiv dimana 215 kota dan desa terputus aliran listriknya, mengatakan es pada kabel listrik setebal lebih dari 5 cm.
Ukrenergo mengatakan sistem ketenagalistrikan sudah bekerja pada kapasitas maksimal dan mengimbau warga untuk sebisa mungkin menghemat listrik dan menghindari penggunaan beberapa peralatan listrik secara bersamaan untuk membantu sistem mengatasinya.
“Saat ini, listrik cukup untuk memasak seluruh konsumen komersial dan rumah tangga. Namun peningkatan konsumsi yang besar menimbulkan beban tambahan pada pembangkit listrik yang sudah beroperasi secara maksimal, dan mereka perlu meningkatkan pembangkitan dengan sangat cepat dan besar. Hal ini dapat menyebabkan gangguan teknologi” kata Ukrenergo.
Musim dingin lalu Rusia menargetkan sistem listrik Ukraina dengan ribuan rudal dan drone, sehingga sering menyebabkan pemadaman listrik bagi jutaan orang.
Pembangkit listrik tenaga panas menyumbangkan sekitar sepertiga dari seluruh listrik yang diproduksi di Ukraina sebelum perang.
Ukrenergo juga melaporkan bahwa ada banyak kerusakan pada jaringan listrik di wilayah Donetsk, Kharkiv, dan Kherson yang dekat dengan garis depan dan dalam jangkauan tembakan artileri. (Firda Zahrotun Nisa/Radar Jogja)
Editor : Bahana.