Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

5 Update Konflik Israel vs Gaza: Terkuak Rencana Israel untuk Gaza

Fatimah Rizqi Zanjabil • Senin, 8 Januari 2024 | 20:54 WIB

Sejumlah tentara Israel yang sedang berpatroli di Gaza
Sejumlah tentara Israel yang sedang berpatroli di Gaza


RADAR JOGJA – Konflik berkepanjangan antara Gaza dan Israel telah mengakibatkan dampak humaniter yang serius, khususnya terkait dengan krisis pangan yang semakin memburuk.

Warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan, menjadi korban utama dari kelangkaan pasokan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Organisasi kemanusiaan dan lembaga internasional mendesak dunia untuk segera memberikan bantuan mendesak guna mengatasi krisis kemanusiaan ini.

Adapun perkembangan terkini terkait kondisi di Gaza yang dilansir dari berbagai sumber,berikut updatenya :

1. Jumlah Korban Tewas

Dikutip dari laman AFP, Senin (8/1) Kementrian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), Kementerian Kesehatan menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mencatat 162 korban tewas dalam 24 jam terakhir, sedangkan total 58.166 korban luka-luka dan 7.000 lainnya hilang selama kurun waktu hampir tiga bulan konflik.
Sementara itu,109 jurnalis telah gugur sejak pecahnya konflik Israel-Gaza pada 7 Oktober silam.

2. Pengeboman Israel

Bombardir massal masih terus berlangsung di pusat kota Gaza.

Hal ini semakin meningkat setelah militer Israel dan armada lapis bajanya bergerak semakin dalam ke wilayah tersebut, terutama di sekitar az-Zawaida.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin (8/1) " Pihak militer Israel terus mengepung wilayah dari az-Zawaida sampai ke kamp pengungsian Nuseirat yang padat penduduknya.

Meskipun begitu, ratusan ribu warga terpaksa tinggal di sana lantaran tidak memiliki tempat lain untuk mengungsi, atau mereka menyimpulkan bahwa sudah tidak ada lagi tempat yang dianggap aman," demikian laporan Al Jazeera.

Selain serangan artileri dan serangan udara, Israel juga menggunakan pesawat tak berawak yang mengudara di area tersebut.

3. Krisis Pangan

Gempuran Israel telah mengakibatkan kerusakan di Gaza, hampir 60% infrastruktur di wilayah otonom tersebut mengalami kerusakan atau hancur dan sekitar 2 juta warganya terpaksa mengungsi lantaran kelangkaan makanan, air bersih dan obat-obatan.

Dilansir dari laporan Associated Press, Senin (8/1) Kelangkaan bahan makanan di Gaza semakin parah, sehingga menyebabkan kenaikan harga-harga di tengah kondisi ekonomi yang sedang dilanda perang.

Menurut laporan Associated Press, harga sekantung tepung seberat 25 kg (55 pon) kini mencapai US$40 hingga US$100 di Gaza, dibandingkan dengan US$10 sebelum tanggal 7 Oktober.

Seiring dengan kenaikan harga, sekitar 40 persen warga Palestina di Gaza terancam kelaparan.

4. Israel Gerebek Kamp Palestina, 500 warga Palestina Diintrogasi

Otoritas Palestina untuk Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina menyebutkan sekitar 500 orang, termasuk diantaranya perempuan dan anak-anak, diinternogasi oleh aparat Israel di kamp pengungsian Nur Syam di kota Tulkarem.

" Zionis Israel mengirim sekitar 150 orang Palestina ke salah satu barak militernya dan menahan 20 orang lainnya," kata kedua kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, pasukan Israel telah melancarkan serangan masif ke kamp pengungsi yang berjalan selama dua hari.

Aksi-aksi tersebut menimbulkan korban luka-luka dan penahanan di kalangan penduduk Palestina, disamping pengeboman rumah-rumah penduduk dan perusakan jalan, infrastruktur dan fasilitas umum.

Total jumlah penahanan di Tepi Barat sejak 7 Oktober tercatat mencapai 5.650 orang, termasuk mereka yang ditahan oleh otoritas Israel, dan mereka yang telah dibebaskan.

5. Israel Ungkap Rencananya untuk Gaza

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menjabarkan rencana atas rencana fase perang berikutnya, termasuk masa depan Gaza. berikut beberapa poin pentingnya :

- Hamas tidak akan lagi mengontrol Gaza, dan "badan-badan Palestina" bakal bertanggung jawab untuk mengelola wilayah tersebut.

- Israel akan tetap mendapatkan kebebasan beroperasi, dan pihak baru yang mengelola Gaza nantinya tidak akan memusuhi Israel dengan alasan apa pun.

- Akan dibentuk sebuah "gugus tugas multinasional" yang terdiri dari negara-negara Barat dan Arab sebagai pengatur wilayah perbatasan.

- Israel berniat untuk memimpin pasukan ini, dan juga berniat untuk bertanggung jawab atas penataan ulang dan pembangunan kembali Jalur Gaza.

Terungkapnya rencana Israel membuka peluang baru untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.

Dunia menanti dengan harapan bahwa langkah-langkah ini dapat membawa dampak positif dalam menyelesaikan konflik yang telah merenggut banyak korban dan menderita. 

Editor : Bahana.
#Israel #konfik #gaza