Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tagar Tolak Gambar AI Trending di X, Refleksi Sebuah Aksi Perlindungan Hak Cipta

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 3 Januari 2024 | 22:55 WIB
Suara #TOLAKGAMBAR AI tranding di media sosial X. (X)
Suara #TOLAKGAMBAR AI tranding di media sosial X. (X)


RADAR JOGJA - Warganet, khususnya pengguna media sosial X kembali dibuat ramai dengan munculnya sebuah kampanye melalui tagar #TolakGambarAI.

Tagar ini muncul sebagai respon masayarakat yang mendukung dan menginginkan perlindungan hak cipta para seniman.

Sebab penggunaan gambar yang dibuat melalui kecerdasan buatan dianggap dapat melanggar hak cipta seniman manusia.


Mengetahui apa itu AI


Artificial Intellegent atau AI merupakan kecerdasan buatan berbasis komputer (mesin) yang memiliki kemampuan berpikir layaknya manusia.

AI mampu melakukan beberapa hal yang juga dilakukan manusia, seperti melakukan pembelajaran dengan memperoleh informasi dan aturan dalam menggunakan informasi.

AI juga mampu menyimpulkan dari informasi yang diperoleh serta melakukan koreksi terhadap kemungkinan kesalahannya.

Secara sederhana, AI merupakan sebuah sistem yang mampu meniru cara berpikir manusia dalam menyelesaikan pekerjaan.

Selain itu, AI juga mampu menggambar layaknya hasil gambar yang dilakukan seniman manusia.

Pengguna hanya perlu menjelaskan konsep dan AI akan memproses informasi tersebut.


Mengapa Muncul Kampanye #TolakGambarAI?


Warganet khususnya pengguna X beramai-ramai menaikkan tagar #TolakGambarAI sebagai bentuk kampanye melindungi hak cipta karya para seniman.

Para pengguna menentang generator gambar AI seperti DALL-E 2 dan Stable Diffusion.

Sistem AI dapat menggambar dan membuat seni yang cukup realistis dengan berbagai informasi gambar dari internet.


Kampanye ini muncul karena generator gambar AI dianggap telah merampas peluang kerja para seniman dan dinggap melanggar perlindungan hak cipta.

Para pendukung kampanye #TolakGambarAI mengajak seluruh masyarakat agar berhenti menggunakan AI untuk menggambar dan mulai mendukung para seniman.


Tujuan Kampanye #TolakGambarAI


Kampanye ini berangkat dari ketakutan para seniman akan adanya kecerdasan buatan ini akan mengganggu dan mengurangi industri di bidang seni utamanya seni digital seperti fotografi dan desain grafis.

Adanya teknologi ini ditakutkan akan menggeser para seniman yang pastinya memiliki ciri khas dalam menciptakan karyanya, dan akan digantikan oleh orang tanpa keahlian artistik yang menggunakan AI dalam menciptakan karya seni.


Kampanye ini juga menuntut upaya regulasi terhadap penggunaan mesin AI dan generative AI.

Karena regulasi yang ada saat ini belum melindungi sepenuhnya hak cipta dari karya para seniman.

Sehingga kampanye ini mengharapkan adanya perbaruan regulasi agar para seniman tetap memiliki control atas karya mereka.


Cara Mendukung Kampanye #TolakGambarAI


Jika anda setuju dan mendukung kampanye ini, berikut beberapa langkah sederhana yang dapat anda lakukan;


Gunakan tagar #TolakGambarAI di beberapa akun media sosial, anda juga bisa menambahkan pendapat mengapa anda mendukung kampanye ini.

Dengan memberikan alasan, anda memiliki peluang untuk meningkatkan solidaritas agar orang lain juga mendukung kampanye ini.


Mulailah mengurangi penggunaan generator gambar AI dengan berlangganan pada situs penyedia gambar yang melindungi hak cipta para senimannya.


Menghubungi perwakilan dari pemerintah dan advokasi terhadap undang-undang yang melindungi hak cipta.

 

Memberikan argumen yang mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan generator gambar AI.


Tujuan dari kampanye #TolakGambarAI ini adalah untuk memunculkan kesadaran masyarakat sehingga membentuk kebijakan seputar AI dan pemerintah untuk menyediakan regulasi perlindungan hak cipta dan penggunaan generator gambar AI.

Serta mempertahankan seni dan imajinasi sebagai upaya tetap manusia di tengah teknologi yang semakin berkembang. (Zulfa/ RADAR JOGJA)

Baca Juga: Live Action “Avatar: The Last Airbender” Kembali Rilis Foto Terbaru

Editor : Meitika Candra Lantiva
#karya seniman #Artificial Intellegent #tolak gambar AI #hak cipta #kampanye #ai #perlindungan hak cipta