Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

4000 Serikat Musisi Inggris Serukan Genjatan Senjata di Gaza

Fatimah Rizqi Zanjabil • Jumat, 29 Desember 2023 | 17:45 WIB

para masa jalankan aksi genjatan senjata di Universitas Harvard,Cambridge,Massachusetts (14/10/23)  (gettyimages)
para masa jalankan aksi genjatan senjata di Universitas Harvard,Cambridge,Massachusetts (14/10/23) (gettyimages)

RADAR JOGJA - Sebanyak 4000 serikat musisi dari Inggris bersatu dalam seruan untuk mengakhiri konflik di Gaza.

Para musisi menyerukan genjatan senjata segera dan mengajak masyarakat internasional untuk berkomitmen dalam mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut.

Seruan ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye yang mendapat dukungan luas dari Persatuan Musisi (Musician Union) di Inggris.

Lebih dari 4000 Musisi-musisi termasuk Pulp, Lucy Dacus, Sleater-Kinney dan masih banyak lainnya turut menandatangani surat terbuka meminta genjatan senjata segera dilakukan.

Komite eksekutif serikat pekerja pun sepakat untuk mendonasikan sumbangan kepada Palang Merah untuk membantu upaya-upaya kemanusiaan di Israel dan Palestina, serta akan menyumbangkan dana kepada West-East Divan Orchestra, sebuah lembaga pelatihan bagi para musisi muda Israel dan Palestina.

Menurut MU, Orkestra Divan Barat-Timur menyaksikan para anggotanya terdampak langsung oleh konflik tersebut.

“ Tujuan orkestra ini adalah untuk menyatukan individu-individu yang terkena dampak perang melalui musik. Di dunia yang semakin terpolarisasi, kemampuan untuk mendengarkan dan memahami penderitaan orang lain menjadi semakin penting,” kata MU.

Dalam pernyataan bersama, para musisi menyatakan,sebagai anggota komunitas musik internasional, merasa tanggung jawab untuk berbicara dan bertindak dalam situasi konflik yang terus berlangsung di Gaza

“Di MU, kami menyadari ada anggota yang terkena dampak langsung dan tidak langsung dari peristiwa di Timur Tengah. Kami mengutuk meningkatnya kebencian yang kami tahu sedang terjadi di negara ini dan diskriminasi, pelecehan, serta pembatalan pekerjaan yang dihadapi para anggota sebagai dampaknya,” kata MU.

Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat internasional dan upaya bersama untuk mencapai solusi damai.

Musisi-musisi tersebut menekankan bahwa seni dan musik memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang, dan mempromosikan pesan perdamaian.

“ Perilaku antisemitisme dan Islamofobia tidak pernah bisa diterima. Pelecehan yang ditujukan pada komunitas Yahudi dan Islam di Inggris, yang dalam beberapa kasus menyamar sebagai solidaritas, adalah hal yang sangat menjijikkan,” jelas MU.

Sementara itu, sebanyak 20,301 warga Palestina terbunuh sejak konflik pecah pada (7/10).

Editor : Bahana.
#gencatan senjata #gaza #musisi #inggris