Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Palestina Mendesak PBB Untuk Secara Resmi Mengumumkan Bencana Kelaparan di Jalur Gaza

Adek Ridho Febriawan • Kamis, 28 Desember 2023 | 21:55 WIB
Anak-anak di jalur Gaza Palestina sedang berjajar mengantri mendapatkan jatah makan. Palestina mendesak PBB umumkan bencana kelaparan di jalur Gaza. (website/SinPoid)
Anak-anak di jalur Gaza Palestina sedang berjajar mengantri mendapatkan jatah makan. Palestina mendesak PBB umumkan bencana kelaparan di jalur Gaza. (website/SinPoid)

 

RADAR JOGJA - Otoritas Palestina mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk secara resmi mengumumkan bencana kelaparan di Jalur Gaza yang masih menghadapi gempuran Israel sejak 7 Oktober.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan, laporan dari organ internasional mengabarkan bencana kelaparan yang meluas di Gaza.

Dilansir dari laman asumsi, laporan internasional menunjukkan meluasnya kelaparan di kalangan keluarga Palestina yang melewati hari-harinya tanpa makanan. Hal tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Palestina, Selasa (26/12/2023).

Laporan itu menyebut bahwa setidaknya sejuta orang di Gaza terdampak kelaparan akibat serangan habis-habisan Israel terhadap wilayah itu.

Sebab lebih dari satu juta orang di Gaza kelaparan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya mengataka,n empat dari lima orang yang paling kelaparan di seluruh dunia berada di Gaza.

“Sekitar 1,9 juta pengungsi berlindung di pusat penampungan dan mengalami kelaparan parah. Sebanyak 50.000 ibu hamil juga berada di fasilitas tersebut tanpa air, obat-obatan atau layanan kesehatan,” kata kementerian.

PBB sendiri melaporkan, sebanyak 2,3 juta penduduk Gaza menghadapi tingkat krisis kelaparan dan risiko kelaparan meningkat setiap hari.

Melansir Al Jazeera (media luar negeri), menurut laporan The Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang diterbitkan baru-baru ini menyebutkan, proporsi rumah tangga di Gaza yang terkena dampak kerawanan pangan akut tingkat tinggi adalah yang terbesar yang pernah tercatat secara global.

Diketahui, pasukan Israel meluncurkan operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas 7 Oktober.

Akibatnya, sedikitnya 20.915 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, tewas dan 54.918 orang lainnya terluka dalam agresi tersebut, menurut otoritas kesehatan setempat.

Sementara itu, sekitar 1.200 orang Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Serangan intens Israel di Gaza menyebabkan kehancuran, dengan 60 persen infrastruktur di daerah kantong itu rusak atau pun hancur dan hampir dua juta orang mengungsi di tengah krisis makanan, air bersih serta obat-obatan.



Editor : Meitika Candra Lantiva
#otoritas palestina #perserikatan bangsa-bangsa (pbb) #jalur gaza #Bencana kelaparan di Gaza