BANTUL - Ketua Umum Asprov PSSI DIY Dessy Arfianto mengatakan sementara hanya satu tim Liga 3 2023/2024 yang baru dipastikan untuk lolos ke Liga 3 Nasional.
Jumlah peserta yang lolos dari masing-masing provinsi itu sangat ditentukan dari perhitungan koefisien dan ditentukan pula oleh kepesertaan di provinsi yang lainnya.
"Kalau kepesertaan di provinsi yang lainnya banyak ya semampu kami. Tapi, kalau kepesertaan yang lainnya tidak banyak ya juga kompetitif," ujarnya kepada para wartawan Selasa (26/12) di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.
Dalam kompetisi Liga 3 DIY 2023/2024 ini, Persiba Bantul yang berhasil menjadi juara dan memastikan diri lolos ke Liga 3 Nasional.
Itu dicapai setelah The Reds mengalahkan PS Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalaui drama adu pinalti dengan skor 8-7 (4-3), di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Selasa (26/12).
Dessy mengaku bersyukur atas selesainya ajang kompetisi Liga 3 2023/2024 ini dengan lancar. Walaupun, pihaknya harus menyadari banyak kekurangan. Selain itu, harus singkron dengan pihak-pihak yang berwenang.
Namun, akhirnya kompetisi tersebut bisa mendapatkan juara. Yaitu, Persiba Bantul yang berhasil mengalahkan PS HW UMY.
Dessy menyebut alasan mengapa baru dipastikan lolos ke Liga 3 Nasional hanya satu tim saja. Menurutnya, secara perhitungan awal pihaknya sudah memastikan satu tim saja.
Sebab, secara koefisien, normalnya harus ada 12 tim yang ikut kompetisi. Sementara di DIY pesertanya hanya sebelas klub.
"Kami berdoa semoga dengan raihan yang kami capai ini sama seperti tahun sebelumnya. Karena tahun kemarin bisa dapat dua. Tahun ini kami prihatin karena pesertanya sedikit," katanya.
Baca Juga: 48 Klub dari Seluruh Indonesia Ikuti Jogja Basketball League 2023
Untuk putaran nasional, sesuai edaran yang disampaikan PSSI, kompetisi Liga 3 Nasional akan berlangsung April 2024 mendatang.
Rencananya kompetisi Liga 3 Nasional tersebut akan berlangsung dengan sistem 80 besar.
"Lebih banyak sebetulnya tetapi ingat 80 besar itu adalah akumulasi dari tahun lalu putaran nasional yang diselenggarankan. Tahun lalu DIY tidak menggelar. Tapi, tahun ini menyelenggarakan. Semoga bisa banyak yang lolos lebih dari satu tapi yang pasti satu," jelas Dessy.
Dessy juga mengaku setelah selesainya kompetisi Liga 3 DIJ ini pasti akan ada evaluasi secara menyeluruh. Termasuk bagaimana sinergisitasnya. Karena jadi pertanyaan kenapa tidak ada penonton.
"Tapi, ya, mau bagaimana karena sudah ada pihak yang berwajib yang menentukan. Mesti ada pertimbangan," tegasnya.
Dessy berharap adanya kompetisi Liga 3 DIY ini semoga bisa bermanfaat bagi pembinaan sepak bola di Jogja. Selain itu, bermanfaat juga bagi masyarakat di DIY.
Walaupun ada berbagai kendala seperti kuantitas pertandingan karena pesertanya terbatas. Dan terendala juga terkait dengan masalah waktu pas bersamaan dengan hal-hal yang lain. Maka ke depan pihak Asprov PSSI DIY akan membenahinya.
"Sehingga kuantitas pertandingannya jadi sedikit di tahun ini," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad