RADAR JOGJA - Saat Natal tiba, lagu 'All I Want for Christmas is You" lagu favorit keluarga yang meriah dari Mariah Carey selalu diputar dimana-mana.
Dilansir dari Indozone, karena kepopuleran lagu yang dirilis pada 1994 ini, sang penyanyi Mariah Carey tetap menerima pendapatan yang menguntungkan setiap tahunnya. Yang sebagian besar karena royalti yang dia terima untuk penggunaan pihak ketiga.
Sebuah laporan dari New York Post memperkirakan bahwa dia menghasilkan sekitar US$3 juta setiap tahun dari lagu tersebut.
Pada tahun 2021, diklaim bahwa Carey telah mengumpulkan lebih dari US$60 juta dari 'All I Want For Christmas is You' dan dia terus mengambil keuntungan dari lagu tersebut hingga saat ini.
Dia juga menikmati sejumlah keterkaitan sponsor berkat lagu itu.
Pada tahun 2021, untuk memperingati ulang tahun ke-25 album Natalnya, Mariah Carey tampil dalam iklan festif untuk keripik Walkers.
Netizen pun mengumpulkan meme unik dimana Mariah Carey yang terlihat selalu
menerima 'uang segepok' setiap Natal tiba.
Bahkan menurut akun PopCulture2000s, Mariah Carey menerima pemasukan royalti di rentang 1 November hingga 1 Januari setiap tahunnya.
'All I Want For Christmas is You' mungkin menjadi lagu Natal paling terkenal, namun ternyata belum bisa menyamai lagu Natal lainnya dengan penjualan tertinggi, yaitu lagu 'White Christmas' milik Bing Crosby, yang diperkirakan telah terjual sekitar 50 juta kopi.
Lagu 'White Christmas' bukan hanya menjadi lagu Natal terlaris, tetapi juga masuk dalam Guinness Book of Records sebagai single terlaris sepanjang masa.
Crosby sebenarnya menduduki dua posisi teratas dalam peringkat lagu Natal sepanjang masa.
Versi tahun 1978 dari 'Silent Night'-nya berada di posisi kedua dengan lebih dari 30 juta kopi terjual.
Di posisi ketiga yang cukup jauh adalah Mariah Carey dengan 'All I Want For Christmas is You', yang sekarang menjadi single multi-platinum enam kali.
Secara global, 'All I Want For Christmas is You' telah terjual lebih dari 16 juta kopi, menjadikannya single ke-12 dengan penjualan tertinggi sepanjang masa.
Editor : Meitika Candra Lantiva