RADAR JOGJA – Bulan Desember ini (12/22/23), fenomena solstis akan kembali terjadi lagi setelah terjadi pada bulan Juni kemarin (06/21/23).
Umumnya, fenomena solstis akan terjadi dua kali dalam setahun tepatnya pada bulan Juni dan Desember. Biasanya juga, terjadi pada setiap tanggal antara 21-22.
Solstis dilansir melalui laman resmi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari berada di paling Utara atau Selatan ketika mengalami gerak semu tahunannya.
Solstis disebabkan oleh rotasi bumi yang miring hingga 23,44 derajat terhadap bidang tegak lurus ekliptika. Saat bumi berotasi, disaat bersamaan juga mengorbit matahari.
Saat hal itu terjadi, Kutub Utara dan belahan Bumi Utara akan condong ke matahari, Kutub Selatan dan belahan Bumi Selatan akan menjauhi matahari, yang kemudian di sebut solstis di Bulan Juni.
Pada saat solstis Bulan Juni ini, karena belahan bumi Selatan menjauhi matahari, maka negara-negara di bagian tersebut seperti Australia dan Afrika bagian Selatan, akan mengalami durasi singkat pada siang hari dan durasi panjang pada malam hari.
Sedangkan saat Kutub Selatan dan belahan Bumi Selatan condong ke matahari, Kutub Utara dan belahan Bumi Utara akan menjauhi matahari, itu kemudian di sebut solstis di Bulan Desember.
Pada saat solstis Bulan Desember ini, karena belahan bumi Utara menjauhi matahari, maka negara-negara di bagian tersebut seperti Kanada, AS, dan Eropa, yang mendapat giliran mengalami durasi singkat pada siang hari dan durasi panjang pada malam hari.
Begitupun sebaliknya pada bagian belahan Utara ataupun Selatan yang pada saat bersamaan lebih condong ke matahari, akan mengalami durasi singkat pada malam hari dan durasi panjang pada siang hari.
Dan untuk daerah Kutub, baik Kutub Utara maupun Kutub Selatan, fenomena solstis ini akan membuat matahari tidak terbenam sepanjang hari di Kutub Selatan dan tidak akan terbit sama sekali di Kutub Utara.
Pada saat fenomena solstis itu, bersamaan juga planet Jupiter akan bersinar terang dekat dengan bulan yang hampir berbentuk purnama.
Pada saat itu, matahari berada di posisi terendah di langit pada belahan Bumi Utara ataupun Selatan, maka posisi bulan akan tampak tinggi dan bersinar bersebelahan di sebelah kanan Jupiter.
Akibatnya planet Jupiter akan menjadi planet paling terang di langit pada saat terjadinya fenomena solstis tersebut.
Di Indonesia sendiri, pihak BRIN telah memberitahu kapan fenomena solstis ini akan terjadi berdasarkan zona waktu yang berbeda di Indonesia. Akan terjadi pada pukul 04.48 di zona waktu WIB, pukul 05.48 di zona waktu WITA, dan pukul 06.48 di zona waktu WIT.
Fenomena solstis juga merupakan salah satu tanda pergantian musim di negara-negara subtropis dan berlintang tinggi. (Anistigfar/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva