Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, Seperti Apa...

Fatimah Rizqi Zanjabil • Jumat, 22 Desember 2023 | 17:54 WIB

lustrasi momen ibu dan anak ( Foto : katadata.com)
lustrasi momen ibu dan anak ( Foto : katadata.com)


RADAR JOGJA - Setiap tanggal 22 Desember, bangsa Indonesia diperingati sebagai Hari Ibu.

Hakekat perayaan Hari Ibu ini merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan kaum perempuan terhadap peran serta semangat mereka dalam memajukan kualitas generasi bangsa Indonesia.

Pergerakan kaum perempuan Indonesia dari masa ke masa dinilai mampu menjadi sumber daya yang potensial dalam pembangunan dan berbagai lini kehidupan lainnya.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi para wanita Indonesia, Hari Ibu merupakan momen yang istimewa.

Tidak hanya sebagai peringatan untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas jasa-jasa ibu yang begitu besar dan istimewa.

Namun, Hari Ibu juga dimaksudkan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk pemerintah untuk peduli dan menghargai keberadaan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Awal mula Dicetuskannya Hari Ibu

Sejarah peringatan Hari Ibu berawal pada tanggal 22 hingga 25 Desember 1928 ketika para pejuang perempuan Indonesia dari Jawa dan Sumatera berkumpul untuk menyelenggarakan Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta.

Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta merupakan saksi berkumpulnya 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Adapun Kongres Perempuan Indonesia pertama ini memuat sejumlah agenda utama, diantaranya persatuan perempuan di nusantara, peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan.

Kemudian, peranan wanita dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan balita, pernikahan dini bagi wanita, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 10 Ungkapan Cinta Paling Menyentuh dari Para Tokoh Dunia Untuk Ibu, dari Putri Diana Hingga Presiden Jokowi

Pada pertemuan tersebut, mendiskusikan isu-isu penting guna kemajuan Indonesia, berbagai hal besar pun dibahas.

Para tokoh pejuang perempuan itu mencurahkan pemikiran-pemikiran kritis maupun gagasan-gagasan yang sangat penting bagi berlangsungnya kemajuan bangsa Indonesia, khususnya kaum perempuan.

Pada bulan Juli 1935, Kongres Perempuan Indonesia II digelar, dalam kongres ini terbentuklah BPBH (Badan Pemberantasan Buta Huruf) yang menentang perlakuan semena-mena terhadap para buruh perempuan perusahaan batik di Lasem, Rembang.

Ditetapkannya Hari Ibu pada tanggal 22 Desember sendiri barulah ditetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Dalam keputusan tersebut ditetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Sekian pembahasan mengenai sejarah asal mula peringatan hari ibu di Indonesia.

Harapan kedepannya dengan adanya ini menjadi risalah bagai bangsa Indonesia khususnya kaum wanita, bahwa kaum wanita pun memiliki peran krusial dalam pengembangan suatu bangsa.

Editor : Bahana.
#22 desember #hari ibu