Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Awan Panas, yang Selalu Dikeluarkan Oleh Gunung Berapi Ketika Mereka Erupsi. Berikut Fakta-Faktanya!

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 19 Desember 2023 | 20:26 WIB
Gunung Marapi di Sumbar erupsi, Ahad (3/12/2023) siang.
Gunung Marapi di Sumbar erupsi, Ahad (3/12/2023) siang.

 

RADAR JOGJA – Di penghujung tahun 2023 ini, 3 gunung berapi aktif di Indonesia mengalami erupsi.


Antara lain, Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Gunung Merapi yang terletak diperbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan yang terbaru adalah Gunung Marapi yang terletak di Sumatra Barat.

Gunung aktif dikatakan erupsi ketika mengeluarkan awan panas. Berikut fakta-faktanya!


Fakta Awan Panas


Awan panas dapat bergerak cepat dengan kecepatan 700 km/jam dan memiliki densitas yang tinggi yang menyebabkan manusia sulit untuk meloloskan diri dari dampak awan panas.


Awan panas memiliki suhu yang tinggi yaitu berkisar antara 200°C-700°C. Dengan suhu hingga ratusan derajat celcius tersebut, awan panas dapat membakar apa saja termasuk pohon, bangunan, binatang, bahkan manusia.


Awan panas biasanya terjadi di ketinggian yang rendah sehingga dampak yang terkena akan meluas dengan cepat.


Kandungan Awan Panas


Setiap gunung berapi meletus atau erupsi, mereka akan mengeluarkan awan panas. Awan panas adalah fenomena aliran panas yang mengandung campuran gas, batuan vulkanik, dan material piroklastik yaitu serpihan-serpihan batu vulkanik.


Gas yang terkandung di dalam awan panas bervariasi, yaitu gas fluor, belerang dioksida, sulfur dioksida, hydrogen sulfide (gas asam), magnesium, dan kalium.


Cara Awan Panas Terbentuk


Awan panas dapat terbentuk dengan berbagai cara. Dapat terbentuk ketika kolom lava, abu, dan gas yang dikeluarkan gunung berapi jatuh kembali ke tanah.


Dapat terbentuk ketika material vulkanik yang dikeluarkan saat erupsi bergerak menuruni sisi gunung berapi, atau dapat juga terbentuk ketika kubah lava atau aliran lava runtuh.


Dampak Negatif Awan Panas Bagi Manusia


Material debu dan abu vulkanik yang juga turut dibawa oleh awan panas dapat berbahaya oleh manusia.

Apalagi jika dihirup secara terus-menerus, dampaknya bisa fatal.

Sebab terdapat kandungan zat-zat berbahaya, seperti hydrogen sulfida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan debu yang mengandung racun.


Zat-zat berbahanya tersebut dapat memicu munculnya kuman yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan, batuk, luka pada kulit, dan sebagainya.


Dampak Negatif Awan Panas Bagi Lingkungan


Awan panas dapat memberikan dampak yang berbahaya terhadap wilayah yang dilewatinya.

Misalnya, dapat membakar habis segalanya, merusak dan menghancurkan apapun. Terutama bangunan karena batuan yang turut dibawa awan panas.

Dalam kondisi ini, suasana berubah menjadi gelap, terutama wilayah yang dilewati awan panas.

Demikian juga udara dan air yang tercemar oleh zat beracun.

Baca Juga: Teramati Tiga Kali Guguran Lava ke Arah Kali Bebeng, Jarak Luncur Maksimum 1.300 meter, Aktivitas Merapi Senin 18 Desember 2023


Dampak Positif Awan Panas


Awan panas ternyata juga bisa menghasilkan dampak yang positif, yaitu tanah yang terkena awan panas akan menjadi lebih subur yang baik untuk pertanian.


Dan juga, material yang dibawa awan panas seperti pasir dan bebatuan, dinilai memiliki kualitas yang bagus untuk bahan bangunan.


Awan panas memiliki sebutan lain yang mungkin lebih banyak diketahui oleh mayoritas orang jawa, yaitu wedhus gembel. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Calon Biksu di Borobudur Magelang Beri Penghormaan pada Sang Buddha Lewat Pradaksina

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Zat #fakta fakta awan panas #gunung berapi #Erupsi #Awan Panas