RADAR JOGJA – Cheetah adalah pelari tercepat di dunia dalam keluarga kucing besar. Hewan ini mampu mencapai kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 3 detik.
Namun cheetah hanya mengejar mangsanya pada jarak sekitar 300 m.
Secara spesifik, cheetah memilih berhenti setelah menempuh jarak tertentu (lelah) dan mengisi kembali energinya.
Kasim Rafiq, seorang peneliti di Sentineis Center for Ecosystems, Department of Biology, University of Washington, mengatakan bahwa sebelumnya cheetah yang biasanya berburu di siang hari, sekarang berubah jadwalnya menjadi pagi, sore, bahkan malam hari imbas dari krisis iklim.
Menurut penelitiannya, salah satu keberhasilan kelangsungan hidup suatu spesies adalah dalam memilih waktu berburu.
Banyak mamalia yang akhirnya menjadi nokturnal untuk menghindari persaingan dengan spesies lain.
Oleh karena itu, kemungkinan cheetah menjadi mangsa spesies lain akan lebih besar.
Saat ini populasi cheetah diperkirakan hanya berjumlah 6.700 ekor dan IUCN telah mengklasifikasikan cheetah sebagai hewan yang rentan atau terancam punah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan ancaman terhadap populasi cheetah.
Editor : Bahana.