RADAR JOGJA - Taman Pintar genap berusia 16 tahun pada 16 Desember mendatang. Beragam rangkaian acara memperingati perayaan ulang tahun pun digelar. Salah satunya lewat lomba bercerita yang diikuti oleh 40 siswa SD kemarin (12/12). Mereka turut berbagi pengalaman saat datang ke Taman Pintar.
Kepala Seksi Kerja Sama dan Pemasaran UPT Pengelolaan Taman Budaya Kota Jogja Karmila mengatakan, lomba bercerita dibagi dengan kategori A untuk kelas 1-3 dan kategori B untuk kelas 4-6. Peserta disediakan waktu lima menit untuk bercerita di panggung Science Theather.
"Kami memahami kemampuan anak-anak berbeda kelas. Fase kelas 1-3 itu tujuannya untuk berlatih juga agar bisa mendongeng ataupun bercerita," katanya.
Peserta bebas menceritakan saat bermain maupun belajar di Taman Pintar. Sebelumnya, naskah dari setiap peserta pun telah disetorkan terlebih dahulu.
"Penilaiannya juga dari naskah dulu kami saring menjadi 20 finalis untuk masing-masing peserta sehingga ada 40 peserta," ungkapnya.
Karmila berharap, lomba ini membuat anak-anak yang pernah ke Taman Pintar merasa diapresiasi. Dengan begitu mereka berkenan untuk kembali lagi untuk berkunjung. Selain itu, juga agar dapat terjalin ikatan antara Taman Pintar dan pengunjung.
Lomba ini, lanjutnya, juga bertujuan agar anak-anak dapat belajar mengembangkan diri. Apalagi ini kaitannya dengan mempresentasikan ide yang sudah ditulis sebelumnya. "Dengan kemampuan menulis dan bercerita, anak-anak dapat memiliki kualitas yang baik juga," ujar Karmila.
Sementara itu, seorang peserta lomba bercerita adalah Atika Zahra Ratifa yang tampil menggunakan kostum astronot. Dia menggunakan itu karena menceritakan tentang gedung planetarium yang ada di Taman Pintar. Dia mengaku, sudah tiga kali mengunjunginya. "Mengedukasi banget (Taman Pintar, Red). (Untuk, Red) persiapannya sudah empat hari," tuturnya.
Peserta lainnya Albizia Khrisna Dwipayana menceritakan tentang dinosaurus. Telah bersiap sejak tujuh hari terakhir, dia pun optimistis bisa meraih juara satu. “Pernah ketemu dinosaurus di Taman Pintar,” lontarnya. (*/rul/eno)
Editor : Reren Indranila