RADAR JOGJA - Debat perdana ketiga pasangan capres-cawapres pada pilpres 2024 berlangsung pada Selasa (12/12) malam. Mengetahui hal itu, Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut memberikan beberapa masukan terhadap penyelenggara debat maupun para pasangan capres-cawapres.
Dia juga kerap memberi kritikan kepada penyelenggara debat. Utamanya terkait dengan pertanyaan yang bakal diajukan kepada para capres-cawapres. SBY menekankan agar tidak menanyakan sesuatu kepada capres-cawapres yang bukan menjadi tugas dan fungsi seorang Presiden dan Wakil Presiden.
Harapannya, seluruh pertanyaan yang dilontarkan, bisa fokus. Mengingat dia sudah mengantongi pengalaman menjadi Presiden selama dua periode atau 10 tahun. Dia meminta kepada penyelenggara debat untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan, keputusan, dan tindakan pemerintah.
"Kalau bedatnya seperti itu baru berkualitas. Sebaliknya, para capres-cawapres juga harus menyiapkan diri kalau ditanya, 'jika bapak terpilih menjadi Presiden, apa yang hendak dilakukan?'. (Jawabannya) harus gamblang," katanya di Hotel Atria, Kota Magelang, Selasa (12/12).
Menurutnya, ketika mengajukan pertanyaan seperti itu, masyarakat akan mengerti dan paham program-program yang hendak dijalankan setiap pasangan capres-cawapres. Program yang disampaikan pun, kata SBY, tidak perlu muluk-muluk.
Untuk itu, dia menaruh harapan besar agar debat yang diselenggarakan, dapat berkualitas. Begitu pula dengan pertanyaan dan jawaban masing-masing capres-cawapres, bisa memuaskan. "Saya punya pandangan, makin banyak berjanji, makin banyak bukti yang tidak bisa ditepati," lontarnya.
Meski tidak bisa menyaksikan perhelatan debat secara langsung, SBY bakal tetap menontonnya lewat siaran televisi. Mengingat dirinya tengah berada di Magelang dan menghadiri reuni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1973 di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Selasa (12/12) malam.
SBY turut menyelipkan harapan kepada pemimpin negara maupun daerah yang bakal terpilih pada pemilu 2024. Mereka diminta untuk memikirkan rakyatnya. "Para pemimpin bangsa mulai dari Presiden, gubernur, wali kota, maupun bupati, wajib hukumnya memikirkan rakyatnya," tegasnya.
Dengan begitu, kesejahteraan rakyatnya bisa ditingkatkan kembali. Meski tidak dapat dipungkiri, permasalahan akan selalu ada dan hal itu menjadi tugas pemimpin untuk menghadapinya. "Mudah-mudahan pemimpin kita ke depan benar-benar melakukan yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya," imbuh dia. (aya/eno)