RADAR JOGJA - Di Jepang, ada sebuah desa yang berbeda dari desa lainnya karena dihuni oleh ratusan boneka, bukan manusia.
Sebelumnya, desa ini sangat ramai dan damai. Namun seiring berjalannya waktu, warga mulai merantau ke kota lain.
Desa tersebut adalah desa Nagoro yang terletak di lembah terpencil di Prefektur Tokushima.
Awalnya, ada seorang perempuan kelahiran dan besar di desa Nagoro Tsukimi Ayono ini berniat untuk kembali ke desanya dengan harapan bisa menjalani masa tuanya bersama teman-teman lamanya.
Namun, sekembalinya ia ke desa tersebut sekain hari desanya sepi dan tetap ditinggalkan hingga tidak ada lagi penduduk yang kembali.
Akhirnya Ayono berinisiatif untuk menciptakan boneka mirip manusia dengan tujuan untuk mengisi kekosongan dan membuat desa yang sudah ditinggali tersebut terasa hidup lagi.
Selama bertahun-tahun, Ayono terus memenuhi desanya dengan beragam boneka yang kini berjumlah 350 buah boneka dengan berbagai kegiatan.
Mulai dari boneka pemancing, boneka anak belajar, hingga deretan boneka yang sedang menunggu bus di halte.
Ayono tidak hanya sekedar mebuat boneka secara asal-asalan.
Namun ia membuat boneka tersebut dengan detail dan ekspresia layaknya seorang manusia.
Mulai dari pakaian, mimik wajah, dan postur tubuh.
Proses pembuatan boneka ini tidak hanya melibatkan replika manusia dewasa saja, namun juga boneka anak-anak.
Editor : Bahana.