RADAR JOGJA – Para ahli konservasi di Wellington, Selandia Baru, menemukan dua anak burung kiwi yang menetas secara liar. Ini adalah penemuan pertama dalam lebih dari 150 tahun.
Keberhasilan ini datang setahun setelah proyek Capital Kiwi memulai reintroduksi kiwi coklat ke ibu kota dengan jumlah populasi sekitar 400.000 orang.
Tujuan proyek ini adalah untuk mengembalikan populasi kiwi liar di kota, dan sebanyak 18 anakan kiwi coklat lainnya diperkirakan akan menetas sebagai bagian dari proyek.
Kiwi coklat (Apteryx mantelli) adalah spesies kiwi yang umum di Selandia Baru, tetapi mereka dapat kehilangan populasi mereka dalam dua generasi jika tidak ada upaya konservasi yang dilakukan.
Penggunaan pemanacar untuk memantau anak-anak kiwi yang baru lahir serta rencana untuk melepaskan lebih banyak burung kiwi ke alam liar merupakan bagian dari proyek ini.
Populasi kiwi Selandia Baru telah berkurang dari 12 juta menjadi 68.000, dengan predator seperti cerpelai, kucing, anjing, dan musang mengancam mereka.
Editor : Bahana.