Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Uang Tunjangan Rp1,25 Juta Pengungsi Rohingya di Rusun Sidoarjo Mengeluh Tak Cukup, Netizen Geram!

Cici Jusnia • Kamis, 7 Desember 2023 | 21:14 WIB
Kolase TikTok @tomy_herlambang
Kolase TikTok @tomy_herlambang

RADAR JOGJA - Persoalan pengungsi Rohingya di Indonesia kembali menjadi perbincangan nasional setelah terungkap bahwa sejumlah orang Rohingya telah tinggal di rumah susun (rusun) di Sidoarjo, Jawa Timur selama beberapa tahun.

Seorang pengungsi Rohingya, Muhammad, baru-baru ini diwawancarai oleh awak media terkait kehidupannya di rusun tersebut.

Menurut informasi yang dilansir dari akun TikTok @tomy_herlambang pada Kamis, 7 Desember 2023, kondisi rumah susun di Sidoarjo yang ditempati oleh pengungsi Rohingya terbilang layak huni.

Dalam kunjungan tersebut, terlihat fasilitas yang memadai seperti tempat tidur kasur dengan sprei yang rapi, ruang tamu yang cukup luas, dan televisi.

Namun, Muhammad, salah seorang penghuni rusun, menyampaikan bahwa uang tunjangan sebesar Rp1,25 juta per bulan yang diterimanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, jumlah tersebut harus mencakup semua kebutuhan, termasuk pakaian, makanan, dan minuman.

"Pengungsi ini memang mendapat uang saku dari organisasi International Organization for Migration (IOM) sebesar jutaan rupiah. Namun, uangnya Rp1,25 juta nggak cukup karena itu kalau ini kan semua Rp1,25 juta itu semua pakaian, makanan, minuman ya semua dalam itu," ujar Muhammad.

Pernyataan Muhammad ini kemudian memantik reaksi emosional dari sejumlah netizen di media sosial.

Beberapa netizen menyatakan bahwa pengungsi seharusnya bersyukur atas bantuan yang diterimanya, sementara masih banyak masyarakat Indonesia yang rumahnya tidak layak huni dan mengalami kesulitan ekonomi.

"Enak bener, sementara masyarakat Indonesia masih banyak yang keadaan rumahnya tak layak huni," tulis salah seorang netizen.

Ada juga yang mengungkapkan keprihatinan terkait peningkatan jumlah pengungsi Rohingya dan menyuarakan kebutuhan akan solusi yang lebih berkelanjutan.

Belakangan ini, rumor beredar bahwa Ketua UNHCR Indonesia, Thomas Vargas, meminta pemerintah dan masyarakat untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi pengungsi Rohingya.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah pengungsi yang dianggap memerlukan tempat tinggal yang lebih baik di tanah air.

Polemik seputar kehidupan pengungsi Rohingya di Indonesia nampaknya akan terus menjadi perhatian publik, sementara pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat mencari solusi yang memadai untuk mengatasi persoalan ini.

Editor : Bahana.
#rohingnya myanmar #rohingnya