Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Elon Musk Guncang OpenAI dengan Tuduhan 'Semua Bohong, 100 Persen Pakai Data Berhak Cipta!'

Cici Jusnia • Jumat, 1 Desember 2023 | 20:30 WIB
Elon Musk
Elon Musk

RADAR JOGJA - New York Times Digital Events Summit menjadi saksi atas pernyataan kontroversial Elon Musk, mantan founder OpenAI dan pemilik xAI Grok, yang mengungkap bahwa perusahaan pengembang kecerdasan buatan tersebut menggunakan data berhak cipta sebagai bagian dari dataset pelatihan mereka.

Meski OpenAI telah bersikeras bahwa mereka tidak menggunakan data berhak cipta, Musk menyebutnya sebagai "kebohongan besar."

Menurut laporan dari Wccftech, Elon Musk mengambil kesempatan berbicara secara terbuka di acara tersebut, menyatakan bahwa klaim OpenAI mengenai ketiadaan penggunaan data berhak cipta adalah tidak benar.

Ia melabeli pernyataan itu sebagai "100% bohong" dan mengkritik keras perusahaan yang pernah ia dirikan itu.

Elon Musk, yang memiliki ketertarikan lama dalam bidang kecerdasan buatan sejak masa kuliah, menyatakan kebingungannya melihat bagaimana OpenAI, yang awalnya diharapkan menjadi perusahaan berbasis open-source, berubah menjadi apa yang ia sebut sebagai "Super Closed Source For Maximum Profit AI."

Pernyataan itu mencerminkan pandangan bahwa OpenAI, dalam perkembangannya, telah menjauh dari niat utama Musk untuk menyediakan teknologi kecerdasan buatan secara terbuka.

Dalam tanggapannya, Musk bahkan mempertanyakan legalitas tindakan tersebut, menggambarkan pergeseran OpenAI sebagai suatu pertanda yang tidak sesuai dengan nilai awal perusahaan.

Ia menyampaikan keraguan apakah langkah-langkah yang diambil oleh OpenAI dalam menggunakan data berhak cipta untuk pelatihan kecerdasan buatan adalah legal atau tidak.

Host acara tersebut kemudian menanyakan langsung kepada Elon Musk apakah klaim OpenAI benar-benar tidak menggunakan data berhak cipta.

Dengan tegas, Musk menyatakan, "Semua itu bohong, 100% bohong. Sudah pasti mereka pakai copyrighted data," mempertegas pandangan skeptisnya terhadap klaim perusahaan tersebut.

Kontroversi ini menyoroti perdebatan yang terus berkembang seputar etika dan transparansi dalam pengembangan kecerdasan buatan serta pertanyaan tentang penggunaan data berhak cipta dalam pembuatan model-model tersebut.

Sementara OpenAI telah meraih prestasi tinggi dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan, pernyataan Musk memberikan pandangan kritis terhadap praktek-praktek di balik layar yang mungkin tidak selalu sejalan dengan citra terbuka dan transparan yang diusung oleh perusahaan tersebut.

Editor : Bahana.
#Open AI #elon musk