Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Tempat Parkir ke Tanah Suci: Tukang Parkir Sukses Umroh 4 Kali dan Masih Tersisa 4 Juta di Rumahnya!

Cici Jusnia • Jumat, 1 Desember 2023 | 19:46 WIB
Dari Tempat Parkir ke Tanah Suci: Tukang Parkir Sukses Umroh 4 Kali dan Masih Tersisa 4 Juta di Rumahnya!
Dari Tempat Parkir ke Tanah Suci: Tukang Parkir Sukses Umroh 4 Kali dan Masih Tersisa 4 Juta di Rumahnya!

RADAR JOGJA - Berprofesi sebagai tukang parkir mungkin sering dianggap sebelah mata oleh sebagian orang, namun kisah sukses seorang tukang parkir bernama Pak Narto mengubah persepsi tersebut.

Ia berhasil mewujudkan impian umrohnya tidak hanya sekali, melainkan sebanyak 4 kali dari hasil jerih payahnya yang terkumpul dalam kurun waktu 8 bulan.

Pak Narto, yang sehari-hari bertugas sebagai juru parkir di salah satu swalayan di Kota ABC, membagikan kisahnya dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video tersebut, beliau memamerkan uang hasil jerih payahnya yang berhasil digunakan untuk mendaftar umroh.

Menurut Pak Narto, ia telah mendaftarkan umrohnya sebanyak 4 kali dengan dana yang berhasil dikumpulkannya selama kurang lebih 8 bulan.

Meskipun demikian, beliau mengakui bahwa uang yang dibawanya untuk mendaftar umroh belum semuanya, masih tersisa sekitar 4 juta rupiah di rumahnya.

Keberhasilan Pak Narto ini menuai beragam reaksi dari warganet di media sosial.

Beberapa di antaranya terkagum-kagum dengan kesuksesan beliau, sementara yang lain merasa heran dan skeptis terkait dengan penghasilan seorang tukang parkir.

Di akun Twitter @sosmedkeras, banyak komentar yang mencerminkan pendapat berbeda dari warganet.

Seorang warganet menyatakan bahwa tidak heran dengan kesuksesan Pak Narto, karena ia memiliki teman yang menjadi tukang parkir di Indomaret dan mampu menghasilkan 200 ribu rupiah per hari, meskipun situasinya sepi.

Namun, ada pula warganet yang menyarankan agar tidak menurunkan standar hidup hanya karena seseorang menjadi tukang parkir.

Mereka berpendapat bahwa setiap pekerjaan memiliki rejeki masing-masing dan bahwa kebutuhan hidup seseorang bisa berbeda.

Dalam suasana positif, warganet juga menekankan bahwa pergi ke tanah suci adalah suatu rejeki yang tidak semua orang bisa dapatkan.

Beberapa bahkan menambahkan bahwa meskipun seseorang memiliki uang banyak, namun jika tidak dihendaki oleh Allah, maka takdir untuk menginjakkan kaki di tanah suci tidak akan terwujud.

Namun, tidak semua komentar warganet bersifat positif.

Ada yang meragukan keaslian profesi Pak Narto, menyebutnya sebagai tukang parkir berkedok preman pungli.

Sebagian warganet juga mempertanyakan kehalalan uang yang didapat dari pekerjaan sebagai tukang parkir.

Sebuah kelompok warganet bahkan mencoba menerka-nerka penghasilan bersih dari Pak Narto dan menganggap bahwa hal tersebut mungkin masuk akal mengingat biaya hidup yang tidak terlalu tinggi dan kebiasaan sederhana seperti tidak mengonsumsi kopi di Starbucks.

Editor : Bahana.
#tukang parkir #Pak Narto Tukang Parkir #Tukang Parkir Umroh