Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

WOW Mencengangkan !!!! Gunung Es A23a Terlepas Kembali dengan Skala Raksasa. Diperkirakan Sekitar 3X Lipat Kota New York

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 30 November 2023 | 21:59 WIB
Gunung Es Terlepas Kembali Dengan Ukuran Skala Besar. Diperkirakan Berukuran Sekitar 3x Lipat Kota New York. (website/cnbcindonesia)
Gunung Es Terlepas Kembali Dengan Ukuran Skala Besar. Diperkirakan Berukuran Sekitar 3x Lipat Kota New York. (website/cnbcindonesia)


RADAR JOGJA – Mencegangkan ! Sejumlah peneliti mengungkapkan adanya sebuah gunung es terbesar di dunia yang mencair dan terlepas bergerak menjauh.

Gunung ini diberi nama A23a.


Diketahui, gunung es ini mempunyai luas hampir 4.000 km persegi atau diperkirakan berukuran 3  kota New York.

Peristiwa tersebut merupakan peristiwa pertama kali sejak 3 dekade terakhir.
Gunung es ini dulunya adalah tempat stasiun penelitian Soviet.

Dulu, gunung ini sebagian besar pernah terdampar setelah tempat penelitiannya terjebak di dasar laut Weddell.


Gunung es A23a bergerak dengan cepat dibantu oleh angin dan arus kencang melewati ujung utara Semenanjung Antartika.


Jika kecepatan angin bertambah, gunung es tersebut kemungkinan akan terlempar ke Arus Lingkar Antartika. Kemudian mengarah menuju Samudra Selatan melalui sebuah jalur “koridor gunung es”.

Koridor gunung es yang dimaksud yaitu, tempat bagi gunung es yang sejenis yang dapat ditemukan mengapung di perairan gelap.


Gunung es dapat lolos dari tempatnya karena seiring waktu ia akan sedikit menipis dan mendapat sedikit daya apung ekstra yang membantunya terangkat dari dasar laut dan akhirnya terdorong oleh arus laut.


Gunung es A23a ini juga termasuk dalam gunung es tertua didunia. Gunung ini kemungkinan akan kembali terdampar di Pulau South Georgia.


Jika hal tersebut terjadi, itu akan menjadi masalah bagi satwa liar di Antartika seperti anjing laut, penguin, dan burung laut, untuk mereka berkembang biak dan mencari makan, karena gunung A23a bisa memotong akses kawasan tersebut.


Dulu, hal seperti ini juga pernah terjadi. Tepatnya pada tahun 2020. Terjadi pada sebuah gunung es bernama A68.

 

Saat gunung es A68 terlepas, menimbulkan kekhawatiran bagaimana jika gunung tersebut bertabrakan dengan South Georgia dan bisa menghancurkan kehidupan laut di dasar laut dan memutus akses makanan.


Akan tetapi, kekhawatiran tersebut tidak terjadi karean gunung es A68 tersebut pecah menjadi potongan-potongan kecil.


Gunung es yang terlepas dengan skala besar, berpotensi dapat bertahan cukup lama di Samudra Selatan meskipun di sana suhunya jauh lebih hangat dibanding di Antartika dan masih bisa bergerak lebih jauh ke Utara menuju Afrika Selatan yang dapat mengganggu pelayaran di sana.


Gunung es yang terlepas juga akan berdampak pada ekosistem laut di kawasan Antartika.

Dampak positifnya, saat gunung es terlepas, akan melepaskan juga nutrisi dalam jumlah banyak yang bisa bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman mikoskopsis seperti fitoplankton di dasar jarring makanan laut.


Sedangkan sisi negatifnya, jika gunung es terlepas dalam skala besar, itu akam membuang banyak air tawar ke laut yang mengakibatkan menurunkan tingkat salinitas sehingga membiat air tidak akan cocok untuk para fitoplankton dan zooplankton yang memakannya.

Juga bisa berdampak pada jaring makanan untuk para ikan, burung, anjing laut dan paus.
(Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Seruan Boikot Produk yang Mendukung Israel di Indonesia Perlu Dikaji. Bisa Jadi Karyawan yang Dipekerjakan Warga Pribumi !

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Gunung Es A23a terlepas dan bergerak menjauh #gunung es raksasa #gunung es #antartika