RADAR JOGJA – Perang antara Israel dan Hamas telah terjadi sejak 7 Oktober. Saat ini keduanya sedang melakukan gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 4 hari.
Akibat perang tersebut, membawa kerugian bagi Israel. Selama perang berlangsung, setidaknya Israel menghabiskan dana USD 270 juta/hari.
Hal tersebut diungkapkan oleh kementerian keuangan Israel.
Dilansir dari sejumlah sumber, konflik yang terjadi di Jalur Gaza memberikan pukulan keras terhadap perekonomian Israel, dibandingkan dengan konflik-konflik sebelumnya.
Perang Israel-Hamas ini mengguncang perekonomian Israel hingga berpotensi sebabkan kerugian mencapai USD 48 miliar atau Rp 746 triliun untuk tahun ini dan tahun depan.
Kemungkinan Israel akan menanggung 2/3 biaya perang ini. Sisanya akan ditanggung oleh Amerika Serikat dalam bentuk bantuan militer.
Laporan keuangan tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan Pemerintah Israel perlu meminjam dana kembali untuk menghadapi konflik ini.
Selama perang berlangsung sejak 7 Oktober, diketahui dana tersebut digunakan Israel salah satunya untuk menjatuhkan 40.000 Ton bom ke Gaza.
Perang ini juga membuat ratusan tentara Israel Tewas. Diketahui, Israel sering menyembunyikan jumlah tentara negaranya yang tewas.
Ternyata, setidaknya 391 tentara telah tewas dalam konflik ini. Jumlah tersebut termasuk tentara bayaran yang juga digunakan Israel untuk menyerang Hamas.
Penggunaan tentara bayaran ini juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan ekonomi Israel terancam bangkrut.
Pertumbuhan ekonomi Israel melambat yang tadinya 3,3 persen pada kuartal kedua, menjadi 2,8 persen di kuartal ketiga tahun 2023 ini. Perlambatan ini akibat dari agresi Israel sendiri di jalur Gaza yang masih berlanjut.
Bank Investasi terbesar di duni yaitu, JPMorgan, memperingatkan Israel akan besarnya tantangan finansial dan ekonomi yang dihadapai Israel khususnya pada perekonomian akibat perang ini sehingga memperdalam defisit keuangan pemerintah Israel hingga 9 persen.
Tingkat keparahan ekonomi Israel ini akan bergantung pada lamanya konflik militer juga prospek jangka panjang situasi kemanan negera Israel.
Keparahan ekonomi Israel juga akan berdampak pada berkurangnya Investasi yang dapat menyebabkan gangguan pasar tenaga kerja dan melambatnya pertumbuhan produktivitas pada Israel.
Pemerintah Israel diyakini akan menghabiskan dana kembali untuk pertahanan, gaji para tentara cadangan, kompensasi untuk bisnis dan rekonstruksi komunitas yang terkena dampak perang ini.
Pendapatan negara terutama pendapatan pajak juga akan terus merosot karena faktor konsumsi dan faktor lainnya. (Anistigfar/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva