Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paling Banyak PSI, 270 Alat Peraga Sosialisasinya Ditertibkan Satpol PP Kota Jogja, Begini Tanggapan DPW DIY

Khairul Ma'arif • Senin, 27 November 2023 | 01:12 WIB
SIGAP: Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat.
SIGAP: Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat.

JOGJA - Satpol PP Kota Jogja menertibkan 270 alat peraga sosialisasi (APS) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sepanjang 2023. Jumlah tersebut terhitung mulai dari Mei hingga November 2023.
 
Angka tersebut yang paling banyak dibanding partai politik (parpol) lainnya atau calon legislatif (caleg) yang APS-nya bertebaran di Kota Jogja.

Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat menyampaikan, penertiban itu berlandaskan Perda Kota Jogja Nomor 6 Tahun 2022. Menurutnya, pencoptan dilakukan karena yang terpasang itu tidak berizin.
 
 
"Reklame yang berkaitan dengan peserta pemilu sebanyak 967 reklame rinciannya, parpol yang tertinggi PSI 270, PAN 124, Gelora 113, dan PDIP 105," tuturnya, Minggu (26/11).

Menurutnya, selama belum memasuki masa kampanye penertiban dilakukan bisa secara langsung.
 
Tanpa perlu berkordinasi dengan Bawaslu. Namun, ketika sudah memasuki masa kampanye baru lah kordinasi dilakukan.
 
Baca Juga: Momentum Nataru, Pemprov DIY Bakal Lakukan Manajemen Lalu Lintas Cegah Kepadatan, Kalau Macet Harus Sabar

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PSI DIY Kamarudin mengatakan, jika memang melanggar Perda diberlakukan saja ke semua partai dan pasangan capres-cawapres.
 
Menurutnya, partainya tidak keberatan selama tidak diskriminatif ataupun membeda-bedakan. Jumlahnya sampai ratusan APS yang ditertibkan karena sangat militan kadernya.
 
"Hal itu karena Caleg PSI ingin berusaha memenangkan pesta demokrasi," ucapnya.

Dia mengklaim, angka 270 APS itu terbilang masih sedikit untuk sebagai usaha memenangkan partai.
 
Menurutnya, jika memang APS PSI melanggar dan mesti ditertibkan pasti otomatis menghormatinya.
 
 
Kamarudin mengungkapkan, pasca penertiban ini akan disosialisasikan perihal pemasangan APS.

Namun, memang karena semangat untuk memenangkan PSI terkadang kader-kadernya yang militan sulit untuk dikontrol.
 
"Apabila kami salah siap minta maaf," bebernya.
 
PSI identik dengan kadernya dari kalangan anak muda. Oleh karena itu, kata Kamarudin, partainya siap dibimbing oleh siapa saja. (rul).
Editor : Amin Surachmad
#Satpol PP Kota Jogja #psi #alat peraga sosialisasi