RADAR JOGJA - Sterilisasi kucing merupakan prosedur operasi untuk mencegah mereka tidak bisa menghasilkan keturunan.
Sebagian besar orang tidak mensterilkannya karena alasan ingin memiliki anak kucing atau terkendala biaya yang cukup mahal.
Meskipun sterilisasi kucing masih menjad pro dan kontra di masyarakat.
Namun prosedur steril ini dapat memberikan manfaat kesehatan pada kucing. sebagian besar dokter hewan merekomendasikan melakukan steril saat mencapai usia kematangan seksual kucing.
Sebelum dilakukan operasi, kucing tidak akan merasakan apapun karena telah diberikan suntikan anestesi.
Kucing jantan akan menerima sayatan kecil pada bagian testis. Sayatan ditutup menggunakan jahitan dan dapat pulang dalam 24 jam jika tidak terjadi komplikasi.
Kucing betina akan memiliki proses yang lebih rumit. Mereka akan menerima sayatan cukup lebar untuk mengangkat indung telur atau rahimnya.
Setelah operasi, mayoritas kucing tidak akan berperilaku secara berbeda saat pulih. Beberapa mungkin mengalami kenaikan berat badan yang cepat.
Namun hal itu dapat dipantau dari aktivitas dan nutrisi yang tepat.
Secara keseluruhan, mensterilkan kucing memiliki manfaat lebih tinggi dibandingkan membiarkannya.
Meskipun membawa kucing untuk dioperasi bisa jadi menakutkan, tapi manfaatnya sangat besar dan sepadan.
Hal tersebut menurunkan risiko kucing untuk berkelahi, kabur, atau kelahiran anak kucing yang tidak diinginkan.
Kucing yang sudah dewasa kemungkinan besar akan berkeliaran jauh dari rumah untuk mencari pasangan.
Saat kucing berkeliaran, mereka berisiko tertabrak mobil atau terluka karena bertengkar dengan kucing lain.
Mensterilkan kucing membantu menghilangkan kebutuhan kucing untuk kabur mencari pasangan, sehingga mereka tetap aman di rumah.
Selain itu, ada beberapa alasan untuk melakukan steril pada kucing seperti dibawah ini.
- Mengurangi Kelebihan Populasi
Kucing yang ada disekitar kita semakin hari mengalami peningkatan jumlah populasi yang cukup banyak karena adanya perkembang biakan.
Kucing memiliki produktivitas melahirkan 45 kali lebih besar daripada manusia.
Hal tersebut menyebabkan kucing berkeliaran di jalanan dengan penderitaan. Bantuan terbaik untuk kucing adalah membatasi jumlah mereka agar tersedia tempat tinggal yang ideal.
- Peluan Hidup Lebih Lama
Sebagian orang yang memiliki kucing di rumah biasanya sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
Hal ini menyebabkan kebanyakan orang ingin kucing peliharaannya tumbuh sehat dan panjang umur.
Kucing yang disterilkan memiliki risiko yang rendah terhadap tumor kelenjar susu, kanker prostat, tumor perianal, kanker rahim, dan kanker testis.
Sehingga memiliki peluang hidup yang lebih lama karena terbebas dari beragam jenis penyakit berbahaya.
- Mengurangi Agresivitas
Kucing yang masih memiliki birahi untuk kawin, rasa ingin kabur, dan bertengkar dengan kucing lain biasanya cenderung agresif.
Hal tersebut kadang membuat pemilik kucing merasa geram karena kucingnya selalu berulah di rumah.
Kucing yang telah steril mengurangi keinginannya untuk berkeliaran atau bertengkar. Sehingga meminimalkan risiko untuk terluka atau tertular penyakit.
- Badan Lebih Gembul
Semua cat lovers yang memiliki anabul di rumah pasti menginginkan kucing lucu yang memiliki badan gembul.
Namun, kucing yang disteril biasanya menjadi lebih cepat gemuk karena faktor hormon. Setelah melewati masa sterilisasi, kucing tak lagi terdorong untuk berkembang biak.
Sehingga ia akan menghabisakan waktunya untuk makan dan tidur sepanjang waktu.
Nah itu tadi beberapa manfaat steril pada kucing. Jika anda masih ragu untuk melakukan steril pada kucing, perlu diingat kembali resiko – resiko yang bisa terjadi pada kucing saat ia tidak disteril.
Kucing yang steril akan lebih sehat dan panjang umur. (Tifara Annisa/Radar Jogja)
Editor : Bahana.