Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Hanya Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Resmi Dalam Sidang Umum UNESCO Tapi Juga Negara Pertama yang Punya Area Khusus di Markas Besar

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 24 November 2023 | 20:39 WIB
Sejumlah pejabat dari berbagai negara melakukan kunjungan dan menikmati karya seni yang dipamerkan, hasil dari sumbangan pemerintahan Indonesia langsung ke UNESCO di Archipelago Street. (kemlu.go.id)
Sejumlah pejabat dari berbagai negara melakukan kunjungan dan menikmati karya seni yang dipamerkan, hasil dari sumbangan pemerintahan Indonesia langsung ke UNESCO di Archipelago Street. (kemlu.go.id)


RADAR JOGJA – Pada 20 November 2023 lalu, Bahasa Indonesia resmi diangkat menjadi bahasa Internasional yang digunakan dalam sidang Umum Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan umum dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjadi bagian dari The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).


Keputusan tersebut ditetapkan dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO di Markas Besar UNESCO Paris, Perancis.


Upaya Pemerintah Indonesia dalam mengusulkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO merupakan salah satu implementasi amanat pada Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009, tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta lagu kebangsaan. Yaitu, “pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia jadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan”.


Keputusan ini juga ditegaskan oleh Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Andorra, dan Monako, Mohamad Oemar.

Oemar menjelaskan bahwa pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO akan berdampak positif terhadap perdamaian dan keharmonisan.

Serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, yang tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di internasional.


Kali ini, Indonesia kembali memberikan prestasinya di UNESCO.

Indonesia menjadi negara pertama dari anggota UNESCO yang mempunyai area khusus di markas besar UNESCO, Perancis.


Area tersebut bernama Archipelago Street atau Jalan Nusantara.

Dalam area khusus tersebut, dipamerkan berbagai karya asli dari Indonesia yang telah diresmikan di markas besar UNESCO.


Dalam area khusus itu, terdapat 11 karya seni yang dipamerkan, hasil dari sumbangan pemerintahan Indonesia langsung ke UNESCO.

11 karya seni tersebut adalah:

  1. Replika tengkorak manusia purba
  2. Maket Candi Borobudor
  3. Maket Candi Prambanan
  4. Relief Samudra Raksa
  5. Lukisan kematian Kumbakarna karya Nyoman Mandra
  6. Garuda Wisnu Kencana karya Nyoman Nuarta
  7. Souvenir perak Borobudor
  8. Patung pemain seruling
  9. Angklung robot karya Eko Mursito
  10. Peta dan (11) inventaris digital yang menawarkan ikhtisar dari keseluruhan 66 warisan budaya
  11. Alam UNESCO di Indonesia

Duta besar Indonesia untuk Perancis, Andorra, dan Monako, Mohamad Oemar yang merupakan Delegasi tetap RI untuk UNESCO, juga turut hadir dalam peresmian tersebut.

Mohamad Oemar memberikan sambutannya dengan menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam pelestarian dan restorasi benda budaya melalui UNESCO, salah satunya diwujudkan melalui Jalan Nusantara ini.

Peran pemerintah Indonesia yang telah mendukung UNESCO ini sebagai upaya pengamanan dan restorasi karya seni.

Baca Juga: Pengawas Emban Misi Kawal Integritas Pemilu, Bawaslu Gunungkidul Gelar Apel Siaga, Libatkan Panwascam dari 18 Kapanewon

Hal ini, juga diapresiasi oleh Mr. Nicholas Jeffrey selaku Assistant Director-General of UNESCO for Administration and Management.


Menurutnya, Indonesia merupakan partner penting bagi UNESCO, khususnya dalam bidang kebudayaan.


Sebagai salah satu negara yang memiliki keberagaman budaya yang luar biasa, Indonesia diyakini dapat menjadi aktor penting untuk pelestarian dan perlindungan budaya di dunia.


Selanjutnya, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Hilmar Farid menyampaikan, sebagian dari keberagaman warisan budaya di penjuru Kepuluan Indonesia itu tercermin di dalam area khusus Jalan Nusantara tersebut.

Archipelago Street merupakan wadah untuk mengundang negara-negara anggota UNESCO  menjelajahi warisan budaya Indonesia dengan memberikan gambaran mendalam mengenai perkembangan signifikansi di masa depan.


Area khusus Jalan Nusantara tersebut merupakan area permanen di markas besar UNESCO, setidaknya sampai lima tahun ke depan.


Diharapkan, penataan benda budaya di area tersebut dapat menjadi contoh untuk kedepannya bisa diikuti oleh negara-negara anggota UNESCO lainnya. (Anistigfar/Radar Jogja)

baBaca Juga: Selamat ! Bahasa Indonesia Menjadi Salah Satu Bahasa Resmi dalam Sidang Umum UNESCO

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Archipelago Street #markas besar UNESCO #jalan nusantara #area khusus di markas besar UNESCO #benda budaya #bahasa indonesia #UNESCO