Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasien-Jenazah Terus Berdatangan, Pasokan Medis Minim, RS Indonesia di Gaza Nyaris Lumpuh

Bahana. • Minggu, 19 November 2023 | 18:38 WIB
Suasana RS Indonesia di Gaza terus melayani korban luka. (Dok. Tim MER-C Indonesia)
Suasana RS Indonesia di Gaza terus melayani korban luka. (Dok. Tim MER-C Indonesia)

RADAR JOGJA - RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, seharusnya tidak berfungsi lagi.

Direktur RS Indonesia Atef al-Kahlout mengungkapkan bahwa pihaknya kekurangan pasokan dan kewalahan dengan banyaknya pasien yang terus berdatangan.

"Kami tidak dapat menawarkan layanan apa pun lagi. Kami tidak dapat memberikan tempat tidur apa pun kepada pasien," ujar al-Kahlout Kamis (16/11) sebagaimana yang dikutip Al Jazeera.

Rekaman video menunjukkan bahwa pasien luka berbaris di lorong-lorong RS yang terletak di Beit Lahiya tersebut. Sebagian berbaring tengkurap di tengah genangan darah. 

RS Indonesia menerima pasien dari Wadi Gaza hingga Beit Hanoon.

Para pasien tidak bisa dipindahkan ke fasilitas lain karena hampir semua rumah sakit di wilayah utara Jalur Gaza berhenti beroperasi sejak beberapa hari sebelumnya.

RS Indonesia di Gaza memiliki kapasitas untuk menampung 140 pasien.

Namun, ada sekitar 500 pasien di fasilitas tersebut. Sebanyak 45 pasien memerlukan intervensi bedah secepatnya.

Tim medis di RS Indonesia terpaksa mengamputasi bagian tubuh beberapa pasien karena organ-organnya membusuk.

Al-Kahlout meminta ambulans tidak membawa lebih banyak orang yang terluka ke fasilitas tersebut karena kurangnya kapasitas.

Obat-obatan juga mulai menipis. Pengeboman juga terus-menerus terjadi di area dekat rumah sakit sehingga situasi kurang aman.

Namun, permintaan agar tidak menerima pasien itu tentu saja tidak bisa dipenuhi karena Israel terus mengebom dengan membabi buta.

Kemarin RS Indonesia melaporkan telah menerima 63 jenazah setelah Israel mengebom sejumlah permukiman penduduk pada Jumat (17/11) malam.

 RS Indonesia terletak di dekat kamp pengungsi Jabalia. Itu adalah kamp pengungsian terbesar di Gaza dan sudah beberapa kali dibom IDF.

Pihak RS juga telah menampung ratusan pengungsi yang mencari perlindungan di sana.

Belum diketahui RS Indonesia juga bakal menerima pasien dari RS Al Shifa atau tidak.

IDF memerintahkan evakuasi di RS terbesar di Jalur Gaza tersebut. Seluruh pasien dan pengungsi diminta pergi.

Hampir 30 ribu warga Palestina terluka sejak Israel memulai serangannya di Gaza pada 7 Oktober.

Yaitu, Hamas melakukan serangan mendadak di Israel Selatan yang menewaskan sekitar 1.200–1.400 orang. Hamas juga menyandera 240-an orang.

Akibat serangan balasan dari IDF, hampir 12 ribu penduduk Palestina tewas. Baik itu di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.

Sekitar 5 ribu di antaranya adalah anak-anak. Lebih dari sepekan ini otoritas kesehatan di Gaza belum merilis update jumlah korban jiwa maupun luka.

Sebab, jaringan komunikasi terputus sehingga mereka tidak bisa mendapatkan laporan informasi dari tim medis di lapangan. Yang jelas, setiap hari korban jiwa bertambah puluhan hingga ratusan orang.

IDF sebelumnya menuduh RS Indonesia digunakan sebagai tempat untuk menyembunyikan pusat komando dan kendali bawah tanah Hamas.

Pejabat Palestina dan kelompok Indonesia yang mendanai rumah sakit itu telah menolak klaim tersebut.

 

Editor : Bahana.
#Israel #korban #RS Indonesia #palesitina #jalur gaza