RADAR JOGJA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beberkan embarkasi dan kuota haji yang digunakan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/ 2024 Masehi.
Ada 14 Embarkasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun depan. Antara lain ;
- Embarkasi Banda Aceh
- Embarkasi Kualanamu
- Embarkasi Padang
- Embarkasi Batam
- Embarkasi Palembang
- Embarkasi Jakarta-Pondok Gede
- Embarkasi Jakarta-Bekasi
- Embarkasi Solo
- Embarkasi Surabaya
- Embarkasi Banjarmasin
- Embarkasi Balikpapan
- Embarkasi Ujungpandang
- Embarkasi Lombok
- Embarkasi Kertajati
Yaqut menyebut, khusus embarkasi Banten masih akan lakukan simulasi dahulu. Sebab, tahun lalu sudah dimanfaatkan untuk kepulangan ibadah haji.
"Sekarang mau kita manfaatkan untuk keberangkatannya. Apakah bisa, mau kita simulasikan dulu, kalau ternyata bisa dan memungkinkan tentu kita akan pakai," terangnya.
Adapun kuota jemaat haji Indonesia pada 2024 sebanyak 241.000. Terdiri atas, 221.720 kuota haji reguler dan dan 19.280 kuota haji khusus.
Jumlah tersebut akan dibagi kembali dalam 598 kelompok terbang (kloter).
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun depan (2024) diusulkan naik.
Semula biaya ibadah haji reguler pada 2023 berkisar antara Rp 44,3 juta hingga Rp 55,9 juta dah hanya meliputi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) saja. Dengan rincian biaya penerbangan haji, biaya hidup, dan sebagian biaya layanan Arafah-Musdalifah-Mina. Tahun depan diusulkan menjadi tiga digit, menjadi Rp 105.095.032,34.
Yaqut menyampaikan juga akan membentuk panitia kerja (Panja) tentang BPIH tahun 1445 Hijriah/2024 masehi.
Baca Juga: Waduh… Ternyata Ada Caleg di Sleman Yang Pasang APS di Sekolah Sampai Rumah Ibadah
Menurutnya, pembentukan Panja bertujuan untuk membuat skenario pelayanan yang optimal ditengah pengurangan jumlah petugas yang signifikan.
"Yang semula ada 4.600 petugas (ibadah haji, Red) berkurang menjadi 2.120 petugas. Padahal jumlah jemaah kita bertambah 20.000,” ungkap Menag yaqut dalam rilisnya dilansir dari kemenag.go.id, Selasa (14/11/2023).
“Kami juga terus berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk menambah kuota petugas agar proporsinya memungkinkan untuk kita memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah," imbuhnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva