Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah Hari Pahlawan, Makna, dan Tanggapan Anak Muda Jaman Sekarang

Bahana. • Jumat, 10 November 2023 | 22:04 WIB
Ilustrasi perjuangan para pahlawan - Sumber Foto  Klikaktual
Ilustrasi perjuangan para pahlawan - Sumber Foto Klikaktual

RADAR JOGJA – Hari ini, di tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan.

Tapi, apa asal usul hari pahlawan dan mengapa ditetapkan pada tanggal 10 November??

Sebenarya banyak orang yang sudah tau jika setiap tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan.

Namun, tidak jarang orang yang belum tau mengenai sejarah di balik tanggal 10 November yang ditetapkan sebagai hari untuk memperingati kematian pahlawan bangsa.

Pada tahun 1945 terjadi sebuah pertempuran besar di kota Surabaya.

Tentara Indonesia melawan tentara Inggris. Puncak dari pertempuran itu terjadi di tanggal 10 November 1945.

Pertempuran ini menjadi pertempuran terbesar pertama setelah Indonesi dinyatakan merdeka di bulan Agustus.

Penyebab dari adanya perang antara rakyat Indonesia dengan sekutu adalah adanya bentrokan dari rakyat Indonesia dengan tentara Inggris.

Puncak dari bentrokan ini adalah ketika terbunuhnya Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur, Brigadir Jenderal Mallaby pada 30 Oktober 1945.

Sekutu Inggris pun marah besar dan ingin membalaskan dendam akibat kematian dari Pimpinannya.

Kemudian mengeluarkan pernyataan terakhir dari  Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh yang meminta Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara jika orang-orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris 9 November 1945.

Setelah pernyataan tersebut keluar, rakyat Indonesia masih tidak mau menaati perintah dari Inggris.

Rakyat Indonesia sangat keras kepala dan tidak mau menyerah begitu saja.

Akhirnya sesuai apa yang dikatakan oleh Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, terjadilah sebuah pertempuran besar yang memakan korban hingga 20.000 jiwa.

Dan 150.000 rakyat Surabaya memutuskan untuk keluar dari kotanya. Prajurit Inggris juga meninggal sebanyak 1.600 jiwa.

Yang mendasari pertempuran ini memanas dan menjadi besar - besaran adalah rakyat Indonesia telah menentang sekutu dengan cara pemimpin Indonesia tidak melaporkan diri kepada sekutu, pihak Indonesia tidak mau menyerahkan kepada Inggris, dan Indonesia tidak mau menandatangani perjanjian pernyataan menyerah tanpa syarat kepada tentara Inggris.

Beberapa tokoh penting Indonesia saat itu juga ikut dalam pertempuran Surabaya seperti Bung Tomo, Gubernur Suryo, KH. Hasyim Asyari, HR. Mohammad Mangundiprojo, Mayjen Moestopo, Mayjen Sungkono, Abdul Wahab Saleh, dan masih banyak lagi.

Dari kejadian pada Pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945 itulah, ditetapkan sebagai hari pahlawan yang pertama kali dicetuskan oleh Soemarsono pada tanggal 4 Otober 1946.

Makna dari adanya hari pahlawan sendiri sebagai momentum untuk mengenang pahlawan – pahlawan bangsa yang gugur pada peristiwa besar yang terjadi di kota Surabaya.

Selain itu, hari pahlawan bertujuan untuk menunjukkan kepada generasi penerus bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan RI ditebus dengan nyawa banyak pejuang.

Kejadian tersebut memang sudah terjadi puluhan tahun lalu, tentunya banyak perubahan pada bangsa khususnya anak muda jaman sekarang dalam memaknai hari pahlawan setiap tanggal 110 November 1945.

Bagaimana saja tanggapan anak muda mengenai hari pahlawan??

“Hari Pahlawan itu penting banget sih. Meskipun zaman sekarang sudah beda dengan masa perjuangan dulu tapi, kita harus senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan negara kita” Ujar Nataly Dea, remaja berusia 19 tahun”

“Menurut ku sih anak muda sekarang jauh dari cerminan pahlawan, karna rendah nya SDM dari lingkungan mereka membuat mereka jadi bebas dan tidak takut sama siapa pun, contoh nya aja seperti klitih, pembulian di sekolah sampai korban nya mengalami cacat mental, dan bisa meninggal” Jelas Hasnul Fauzi yang merupakan Gen-Z.

Meskipun generasi muda tidak turut serta dalam medan perang, tetapi para pemuda diharapkan dapat meneruskan semangat dan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh para pahlawan sesuai dengan tuntutan zaman.

Apalagi di kondisi sekarang yang sudah serba maju, anak muda sering sekali lalai dan lupa akan perjuangan para pahlawan.

Ada banyak cara yang bisa anak muda lakukan dalam memperingati hari pahlawan, salah satu contohnya adalah ikut serta dalam upacara yang diadakan setiap tangal 10 November.

Sebagai anak muda kita harus bisa berfikir kreatif dalam memperingati hari pahwalan sebagai identitas bangsa.

Sebagai bangsa Indonesia kita harus bisa menghormati dan menghargai serta mencontoh nilai – nilai pahlawan pada kehidupan sehari – hari. (Tifara Annisa/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

Editor : Bahana.
#rakyat #10 November #hari pahlawan #Indonesia