RADAR JOGJA - Hari Sabtu lalu yaitu pada 4 November 2023 menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan bagi dunia pendidikan di Palestina.
Satu-satunya perguruan tinggi Palestina yaitu Universitas Al- Azhar menjadi target pengeboman tentara Israel. Serangan ini sangat merugikan dunia pendidikan pendidikan di Gaza, Palestina.
Dikutip dari Jawa Pos (05/11/2023), informasi pengeboman ini diketahui dari akun Instagram jurnalis Motaz Aziz di Gaza.
Ia menampilkan video pengeboman gedung yang merupakan universitas tempatnya menempuh pendidikan.
Dari video tersebut terlihat serangan datang secara bertubi-tubi dan menghancurkan satu persatu bagian gedung universitas.
Asap-asap membumbung tinggi menunjukkan besarnya ledakan bom Israel yang diarahkan menuju kompleks universitas tersebut.
Dilansir dari klikpendidikan.id akibat dari serangan ini Universitas Al Azhar mengalami kerusakan fisik pada bangunan universitas yang cukup parah.
Beberapa tempat yang mengalami kerusakan tersebut seperti gedung perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas lainnya.
Kerusakan ini menghambat proses belajar-mengajar dan mengurangi akses mahasiswa terhadap sumber daya pendidikan yang diperlukan.
Banyak dosen dan karyawan memberhentikan sementara kegiatan akademik karena kesulitan yang dirasakan saat melaksanakan tugas akibat serangan.
Serangan terhadap Universitas Al-Azhar dikecam oleh berbagai masyarakat dunia.
Serangan ini menunjukkan bahwa adanya pelanggaran hak asasi terhadap pendidikan bagi anak-anak Palestina.
Oleh karena itu, aksi bombardir ini harus segera dihentikan.
Hak asasi masyarakat Palestina sudah banyak dirampas. Serangan ini sudah tidak lagi menyasar tentara Hamas namun masyarakat sipil yang tidak bersalah.
Serangan yang dilakukan Israel sudah tidak terkendali terus mengancam keamanan dan keselamatan.
Pasalnya mereka tidak hanya menyerang camp-camp miliki tentara Hamas. Namun mereka juga menyerang fasilitasi-fasilitas umum yang tidak seharusnya menjadi sasaran.
Fasilitas umum yang terkena imbasnya seperti rumah sakit, masjid, sekolah-sekolah, dan tempat pengungsian milik warga Palestina. (Annida Muthi’ah)
Editor : Bahana.