RADAR JOGJA – Ditengah konflik perang antara Israel dan Hamas, Israel telah memulai kampanye yang menarik perhatian publik dunia dengan gencar membayar influencer untuk mencari dukungan internasional.
Dalam upaya untuk mempromosikan citra positif negara tersebut di dunia maya.
Israel telah mengambil langkah yang unik dengan bekerja sama dengan para artis dan influencer terkenal.
Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap meningkatnya kritik internasional terhadap kebijakan dan tindakan Israel terkait isu-isu seperti konflik Israel-Palestina dan masalah hak asasi manusia.
Dilansir dari laman newsentertainment Sabtu (4/11), dalam sebuah wawancara CNN dengan salash satu penyanyi Hollywood,Kanye West mengungkapkan alasana kenapa artis Hollywood dukung Israel karena kontrak kerja.
Kanye dengan tegas mengatakan bahwa artis Hollywood yang tidak mendukung Israel akan menghadapi akhir karir mereka.
“itu semua ada di dalam kontrak kerja mereka.Banyak orang yang ingin mendengar perkataan saya,jangan timpa apa yang saya katakana”,tegas Kanye.
Menurutny,banyak selebritis Hollywood mendukung pandangan ini dan dia merasa mewakili suara mereka dengan mengugkapkan kebenaran.
Selain artis Hollywood, Kampanye ini melibatkan sejumlah influencer terkenal dari berbagai latar belakang dan bidang, termasuk selebriti, ahli travel, dan penggiat mode dan lainnya.
Sebagai ganti layanan mereka, para influencer menerima kompensasi yang signifikan.
Hal tersebut diketahui dari sebuah video viral dari seorang Tiktokers asal AS benama Guy Chritensen.
Ia mengungkapkan fakta mengenai Israel yang ingin membayarnya untuk menyuarkan dukungan. Dirinya ditawari dan dijanjikan akan diberi 5.000 dollar atau sekitar Rp.79 juta untuk live di tiktok dan menyampaikan dukungannya kepada Israel.
Pada video tersebut,Guy juga mengugkapkan dirnya yang mendapat email dari pihak Israel. Dalam email tersebut berisi tawaran untuk mendukung Israel.
“Kami telah mengikuti konten anda di Tiktok. Dan hargai hasrat anda terhadap Timur Tengah.
Organisasi kami yang berusaha membantu pemahaman, ingin menawarkan Anda kesempatan sponsorship.
Kami telah memperhatikan dukungan anda untuk perjuangan Palestina. Dan kami menghormati dedikasi anda terhadap isu-isu penting.
Namun kami yakin bahwa mungkin ada beberapa kesalahpahaman dan persepsi salah mengenai Israel”, tulis dalam email tersebut.
Namun Guy dengan tegas menolak tawaran tersebut,karena menurutnya dia tidak akan menjual orang Palestiina untuk jumlah berapapun.
Kampanye ini juga menuai kontroversi. Sebagian pengguna media sosial mengkritik influencer dan artis yang terlibat.
Di sisi lain, srael berpendapat bahwa upaya ini adalah langkah untuk memperbaiki citra negara dan membantu masyarakat internasional memahami realitas yang berbeda.
Sementara upaya ini mendapatkan perhatian global, dampak akhirnya terhadap pandangan masyarakat terhadap Israel masih akan menjadi fokus utama.(Fatimah Rizqi Z)
Editor : Bahana.