Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berkas Rahasia Bocor, Ungkap 4 rencana Israel Usir Warga Palestina dari Gaza

Bahana. • Kamis, 2 November 2023 | 21:37 WIB
Massa kibarkan bendera Israel. (www.israeltoday.co.il)
Massa kibarkan bendera Israel. (www.israeltoday.co.il)

RADAR JOGJA – Diketahui baru-baru ini sebuah berkas dokumen internal Israel bocor. Dalam dokumen yang tersebut berisi rencana pemerintah Israel untuk melakukan pemindahan paksa warga Palestina dar Gaza ke Mesir.

Dilansir dari laman internasional.republika.co.id Kamis (2/11), Dokumen tersebut bertanggal 13 Oktober dirancang oleh Kementrian Intelejen Israel.

Rencana tersebut diajukan sebagai solusi keamanan dan mengusulkan pengungsi Gaza tinggal di kota tenda sementara di Semenanjung Sinai,Mesir sambal membangun zona penyangga di sepanjnag perbatasan Israel.

Rencana itu berupa,Tahap pertama memkasa warga Palestina keluar dari tanahanya.Kedua,membentuk kota-kota tenda di Sinai,Mesir.

Ketiga,hanya membuka koridor kemanusian yang menghubungkan Palestina dan Sinai.

Dan terakhir membangun kota di tanah tak bertuan, beberapa kilometer jauhnya di dalam Mesir dan memastikan agar warga Palestina tidak bisa Kembali.

Selain itu dokumen tersebut juga menyertakan dua opsi lain. Opsi tersebut memberikan kendali kepada Otoritas Palestina untuk mengatur Jalur Gaza atau Israel mendirikan "pemerintah lokal Arab" untuk penduduk Gaza yang masih tersisa setelah jatuhnya Hamas.

Namun, kedua opsi tersebut ditolak karena dianggap bermasalah dengan berbagai alasan. Salah satu alasan yang paling mendasar adalah fakta bahwa hal itu tidak akan berfungsi sebagai pencegah serangan terhadap Israel.

Kementerian Intelijen membenarkan keberadaan dokumen tersebut, namun salah satu sumber yang mengetahui penyusunan dokumen tersebut menyatakan bahwa kabinet kemungkinan tidak akan memperdebatkan proposal tersebut.

Kementerian Intelijen sendiri bukanlah entitas pemerintah yang akan bertanggung jawab atas keputusan tersebut.

Sementara itu Amerika Serikat (AS) secara terbuka menentang rencana pemindahan warga Gaza ke Sinai.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengecam rencana tersebut setelah diplomasi terbalik yang dilakukannya segera setelah tanggal 7 Oktober.

Selain itu, Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi kepada Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sissi mengenai warga Palestina di Gaza yang tidak mengungsi ke Mesir atau negara lain pada akhir pekan ini.

Sumber-sumber di Kementerian Intelijen menyepelekan esensi dari dokumen tersebut.

Meski demikian, dokumen itu merupakan bukti awal bahwa para pejabat pemerintah Israel tengah menyusun strategi keluar setelah tujuan Israel untuk mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza tercapai.

Mengikuti serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, Israel merespon dengan serangan udara besar-besaran terhadap Kota Gaza di bagian utara Jalur Gaza dan tempat lainnya.

Pihak otoritas Israel telah mendesak penduduk di bagian utara Jalur Gaza untuk pindah ke selatan.

Lebih dari 1,4 juta orang di seluruh Gaza telah mengungsi dari rumah mereka, dan hampir separuhnya telah memenuhi sekolah-sekolah dan tempat penampungan PBB. (Fatimah Rizqi z)

Editor : Bahana.
#Israel #Palestina #gaza