Ini Dia Hasil Resolusi Konflik di Gaza, Israel dan USA Tolak Gencatan Senjata yang Diminta Majelis Umum PBB
Meitika Candra Lantiva• Kamis, 2 November 2023 | 20:12 WIB
Reruntuhan bangunan di Gaza Palestina akibat serangan Israel. (Instagram/@motaz_azaiza)
RADAR JOGJA - Propaganda dan juga kecaman dari Israel terhadap warga Gaza di Palestina hingga kini membuat masyarakat disana dihantui ketakutan.
Mereka memilih untuk tetap bersembunyi meskipun penyerangan yang datang dari Israel bertubi-tubi dan selalu merenggut ribuan jiwa.
Rumah - rumah runtuh dan menimbun jiwa-jiwa orang yang tak bersalah.
Anak-anak kecil yang terkena dampak penyerangan Israel hingga kini hidup sebatang kara karena keluarga yang tak diketahui keberadaannya meninggal dunia akibat peristiwa tragis tersebut.
Hingga kini dilansir melalui laman instagram@indonesiamengaji.id , Majelis Umum PBB menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, Jumat (27/10).
Mereka juga menuntut agar akses bantuan ke Jalur Gaza yang diblokade oleh Israel dibuka, dan warga sipil yang ada di sana diberikan perlindungan.
Namun, dilansir Agence France-Presse (AFP), resolusi dan desakan gencatan senjata kemanusiaan yang diminta oleh Majelis Umum PBB ini ditolak oleh Israel.
Pihak Israel menilai desakan ini adalah bentuk "penghinaan" kepada mereka.
Israel marah dengan hasil rapat tersebut menyatakan akan tetap mempertahankan diri.
Dalam rapat tersebut, seruan tersebut didukung oleh 120 suara.
Sementara itu, ada 45 suara abstain, dan 14 suara yang menolak, termasuk dari Israel dan Amerika Serikat.
Seruan dari Majelis Umum PBB ini bermula setelah Dewan Keamanan PBB dalam dua pekan terakhir gagal mengambil tindakan atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut Indonesia termasuk salah satu yang mensponsori resolusi tersebut. "Indonesia menyambut baik disahkannya resolusi Majelis Umum PBB menyikapi situasi Gaza pada 27 Oktober lalu. (Angela Maria Bria Resi/Radar Jogja)