RADAR JOGJA - Sebanyak 45 orang pekerja tambang Kazakhstan dikabarkan tewas akibat ledakan dan kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu, 28 Oktober 20223.
Ledakan tersebut terjadi di tambang baja milik perusahaan ArcelorMittal. Satu orang masih dikabarkan menghilang.
Petugas penyelamat masih melakukan upaya penyelamatan terhadap satu pegawai yang masih hilang tersebut.
Kendala dalam proses penyelamatan ini karena adanya peralatan pertambangan yang hancur serta puing-puing yang berserakan di beberapa tempat.
Dilansir dari Metronews.com (29/10/2023) kebakaran hebat ini terjadi karena ledakan gas metana. Pada saat kebakaran terjadi terdapat sekitar 252 orang sedang bekerja.
Hingga hari ini korban tewas berjumlah sekitar 45 orang dan satu pegawai masih menghilang.
ArcelorMittal merupakan salah satu perusahaan tambang baja terbesar di negara tersebut.
Namun pemerintah setempat kurang menyukai perusahaan ini dan meminta untuk menghentikan kerjasama dengan perusahaan tersebut.
Dilansir dari CNN Indonesia, pemerintah Kazakhstan kurang menyukai perusahaan tambang ArcelorMittal karena kerap terjadi kecelakaan kerja.
Salah satunya adalah kebakaran hebat yang baru saja terjadi. Kasus tersebut sudah terjadi berulang kali, seperti pada tahun 2006 terjadi kebakaran dan menewaskan sekitar 41 orang.
Kemudian pada Agustus 202 terjadi kebakaran yang berada di lokasi yang sama dengan lokasi kebakaran kemarin.
Kebakaran bulan Agustus tersebut menewaskan empat orang pekerja.
Dan pada bulan November tahun lalu, dilaporkan sekitar lima orang tewas akibat kebocoran metana yang berada di lokasi tambang lain.
Pemerintah Kazakhstan menyatakan bahwa mereka tidak senang menghadapi kegagalan ArcelorMittal dalam meningkatkan kemampuan peralatan dan perlengkapan, serta gagal menjamin keamanan dan keselamatan kerja setelah rangkaian insiden mematikan. (Annida Muthi’ah)
Editor : Bahana.