Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inilah Sosok Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang Banyak Disoroti di Tengah Serangan Brutal Israel

Meitika Candra Lantiva • Senin, 30 Oktober 2023 | 21:30 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (www.reuters.com)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (www.reuters.com)

 

RADAR JOGJA - Konflik antara Israel dan Palestina hingga kini belum menemukan titik terang.

Pertempuran yang terjadi antara kedua negara tersebut sempat membuat masyarakat dunia berduka atas kejadian yang merengggut ribuan jiwa antar kedua negara terlebih bagi Palestina.

Konflik antara Hamas dan Palestina kembali memanas pada 07 Oktober 2023 yang lalu, yang menewaskan sekitar 1.400 jiwa bangsa Israel akibat serangan dari Hamas.

Tak tinggal diam akhirnya Israel pun membalas serangan dari Hamas dan menyerang Gaza.

Ribuan Roket mereka luncurkan untuk menghantam berbagai tempat di Gaza dan merusak jaringan komunikasi di negara tersebut.


Banyak pihak yang hanya bisa membantu dalam bentuk doa dan menyalurkan donasi kepada orang-orang di Gaza.

Dalam konflik tersebut tentu banyak pihak menyoroti kebaradaan Presiden Palestina terkait kejadian tersebut.

Siapa sih dibalik pemerintahan Negara Palestina? Berikut profil orang nomor satu di Palestina.

Mahmoud Abbas merupakan Presiden Palestina

Mahmoud Abbas lahir pada 6 Maret 1935 di Safet, sebuah kota di utara Israel yang dulu nya bernama Palestina.

Pada 9 Januari 2005 ia terpilih sebagai Presiden Otoritas Nasional Palestina dan menjabat sebagai Presiden Palestina sejak 8 Mei 2005 hingga saat ini.

Pada Januari 2005, Abbas terpilih sebagai Presiden Palestina dengan mendapat 62 persen suara.

Masa kekuasaan presiden Mahmoud Abbas diperpanjang pada Desember 2009 oleh Komisi Eropa.


Semasa ia kecil ia dibesarkan di Safet dan melanjutkan sekolah menegah dan kulihanya di kota Damaskus.

Setelah tamat dari jurusan hukum Universitas Damaskus, ia mendirikan lembaga Palestina pertama pada tahun 1954 di Suriah.

Inilah Awal Mula Karier Politiknya

Pada tahun 1968 ia menjadi anggota Majelis Nasional Palestina dan pada tahun 1977.

Ia memimpin perundingan tidak resmi dengan Israel.

Pada tahun 1983, ia menjadi anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) serta memimpin komite nasional dan internasional yang berkonsentrasi pada urusan organisasi non-pemerintah.

Pada tahun 1989 la memulai perundingan rahasia dengan pejabat Israel lewat perantara Belanda.

Selanjutnya pada tahun tahun 1991 ia menjalankan aktivitas perundingan di balik pintu dengan Israel ketika dan pasca-Konferensi Madrid.

Mahmoud Abbas juga merupakan salah satu pendiri sekaligus ketua Fatah, Palestinian Liberation Organisation (PLO) atau Organisasi Pembebasan Palestina, dan Palestinian Authority (PA).

Bukan hanya dikenal sebagai orang nomor satu Palestina, Mahmoud Abbas juga dikenal sebagai arsitek utama Perjanjian Oslo pada tahun 1993.

Pada tahun 2003, dirinya menjabat sebagai perdana menteri pertama PA dan kemudian mengundurkan diri karena frustrasi politik dengan Yasser Arafat, Israel, dan Amerika Serikat.

Ia juga menjabat sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina yang mengawasi pemilihan presiden dan legislatif tahun 1996.

Setelah wafatnya Yasser Arafat pada bulan November 2004, Abbas terpilih sebagai ketua Komite Sentral (CC) Fatah, dan Komite Eksekutif (EC) PLO.

Kondisi Kesehatan Mahmoud Abbas 


Selama beberapa tahun terakhir, terdapat kekhawatiran mengenai memburuknya kesehatan Abbas, yang sebagian disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Pada 2018, dirinya sempat dirawat di rumah sakit di AS untuk melakukan pemeriksaan kesehatan

 

Dukung Dialog Politik dengan Israel

Abbas sudah lama mendukung dialog politik dengan Israel dibandingkan konfrontasi militer, dan dianggap sebagai salah satu arsitek utama proses perdamaian Oslo.

Sebelumnya, Abbas juga pernah menjabat sebagai kepala departemen hubungan nasional dan internasional PLO selama satu tahun pada tahun 1980.

Dirinya memulai kontak dengan kelompok Yahudi dan pasifis di Israel sejak tahun 1970an dan memimpin tim perundingan Palestina yang menciptakan Perjanjian Oslo pada tahun 1980an.

Tahun 2011, Abbas mengawasi keberhasilan permohonan Palestina untuk diakui sebagai negara di Majelis Umum PBB.

 

Sebagai ketua Fatah, Abbas telah menerima kritik karena mengisi CC dengan sekutu dekat dan menyingkirkan saingannya Mohammed Dahlan dan Farouk Kaddoumi.

Sebagai presiden Palestina, setelah perpecahan Fatah-Hamas pada tahun 2007, Abbas dituduh mengikis lembaga-lembaga demokrasi, melemahkan sistem peradilan, dan memperkuat kebijakan otoriter palestina.

Sebagai ketua PLO, ia terus mengendalikan Komisi Eropa, meminggirkan partai-partai non-Fatah, dan mengabaikan hubungan PLO dengan kamp pengungsi Palestina. (Angela Maria Bria Resi, Dwi Putri Birgita Lumban Nahor/Radar Jogja)

Baca Juga: Terdakwa Kasus Terorisme, Munarman Hari Ini Bebas Setelah Dihukum 3 Tahun Penjara

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Profil Mahmoud Abbas #palestina vs israel #serangan brutal #Presiden Palestina Mahmoud Abbas #jalur gaza #hamas