RADAR JOGJA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY berupaya melakukan penguatan partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi. Salah satunya mengajak pemilih pemula, disamping untuk menyalurkan hak suaranya juga ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu tahun 2024 nanti.
Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY Umi Illiyina mengatakan, Bawaslu DIY melibatkan masyarakat untuk bergandengan tangan turut serta dalam pengawasan partisipatif.
Momentum ini utamanya bagi generasi Z atau mulai usia 17 tahun bahkan belum pernah memilih untuk menyalurkan hak suaranya. Dan, ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu tahun 2024 nanti.
"Pengawasan partisipatif adalah upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan mengawal proses demokrasi ke arah yang lebih baik," katanya di sela acara sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, peningkatan partisipsi pemilih pemula dalam menyukseskan Pemilu 2024 di Hotel The 101 Jogja Tugu Hotel Kamis (19/10).
Umi menjelaskan sejalan dengan Peraturan Bawaslu nomor 2 tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif, Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu bertanggung jawab agar proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia.
Hal ini mendasari Bawaslu DIY untuk mengajak elemen masyakarat, di antaranya adalah mahasiswa untuk turut mengawal proses demokrasi ini. Sehingga mahasiswa diminta harus melek politik.
"Mahasiswa harus sadar bahwa hak politik mereka sungguh berarti. Mahasiswa memiliki peran yang urgen dalam mengawal pelaksanaan Pemilu tahun 2024 dan turut serta dalam melakukan pengawasan disetiap tahapan," ujarnya.
Mahasiswa sebagai pemilih pemula dirasa perlu untuk diberikan pemahaman mengenai kepemiluan serta pengawasan pemilu sebagai bekal untuk perannya sebagai pengawas partisipatif di lingkungannya.
Terlebih, kendala di lapangan yang sering dihadapi adalah akses dan informasi yang terbatas bagi mahasiswa. Kesadaran mahasiswa juga dinilai masih kurang, mereka tidak menyadari begitu berartinya setiap suara yang dimiliki. Apalagi, mahasiswa masih dirasa bahwa urusan politik tidak urusan mahasiswa.
"Nah ini kesadaran yang harus kita giatkan kembali untuk mereka sadar bahwa setiap suara mereka itu menentukan nanti bagaimana DIY maupun nasional kerberlanjutan untuk memilih pemimpin," jelasnya.
Kegiatan ini mengundang 26 mahasiswa dari 26 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota di DIY. Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari penuh ini mengundang narasumber dari Bawaslu DIY Umi Illiyina.
Dia menyampaikan materi mengenai Peran Pemiih Pemula Dalam Pengawasan Partisipatif, Virga Dwi Efendi dari Universitas Gadjah Mada yang menyampaikan materi mengenai Potensi Kerawanan dalam Fokus Pengawasan Pemilu 2024, serta dari Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) memberikan materi mengenai Strategi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula.
"Sebagai kota pelajar dengan jumlah mahasiswa sebanyak kurang lebih 400 ribu orang, keterlibatan mahasiswa sebagai pemilih pemula dalam pengawasan partisipatif menjadi sangat penting di Jogjakarta," terangnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa perguruan tinggi sebagai pemilih pemula sekaligus pengawas partisipatif dapat menyebarkan mengenai semangat pengawasan kepada rekan lain di lingkungan kampusnya, serta mengajak terlibat aktif rekannya dalam pengawasan dan memilih wakil rakyat pada pemilu 2024 mendatang.
"Keterlibatan mahasiswa ini pada akhirnya akan mampu untuk mewujudkan tegaknya demokrasi di negara kita tercinta ini," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad