RADAR JOGJA - Bertepatan dengan ulang tahun yang ke-100, Disney membuat sebuah film pendek dengan judul “Once Upon a Studio”.
Film pendek tersebut berisi 543 karakter-karakter animasi Disney.
karakter-karakter tersebut juga dibuat untuk berfoto bersama mewarnai kantor pusat Walt Disney Animastion Studios di Burbank, California.
Film pendek itu diciptakan dan disutradarai oleh Trent Correy dan Abraham, serta melibatkan penelususran live-action.
Baca Juga: Melihat Surganya Kopi di Bumi Congkasae Flores NTT yang Bikin Nagih !
Sebagian besar pengerjaan fitur animasi Disney dilakukan dengan gaya hibrida dari tempat.
Para karakter Film Disney seolah melompat keluar dari layer dan berkeliaran di tempat awal mereka di gambar.
Gaya hibrida seperti itu pertama kali diterapkan oleh Disney pada “Song Of The South” tahun 1946 silam.
Sejak Disney beralih ke animasi computer pada “Chicken Little” pada tahun 2005 gambar yang ditulis tangan harus hidup berdampingan dengan Computer Generated (CG) yang kini menjadi favorit.
“Trent ingin karakter-karakter ini terlihat dan bergerak seperti biasanya, mereka tidak menginginkan gaya Roger Rabbit, di mana karakter yang digambar tangan diterangi dan dipahat secara demonsional," ungkap animator Eric Goldberg, yang sudah bergabung dengan Disney sejak tahun 1990-an.
"Mereka ingin membuat gambarnya tetap terlihat seperti gambar,” imbuhnya.
Namun, untuk menghidupkan Kembali karakter-karakter tersebut tidak sepenuhnya merupakan tantangan visual.
Tim juga membawakan kembali sebanyak mungkin suara asli karakter Disney, mulai dari Jeremy Irions (sebagai Scar) hingga bintang Broadway Judy Kuhn (yang kembali menyanyi untuk Pocahontas), dan mereka juga mendapat izin dari pengelola peninggalan Robin Williams untuk menggunakan Genie dari Aladin.
Beberpa karakter yang dihidupkan antara lain ciptaan animator Ward Kimbal, termasuk Mickey, Minnie, dan Jiminy Cricket. Lainnya seperti Donald Duck yang telah muncul dalam berbagai bentuk selama bertahun-tahun membuat tim harus memutuskan versi definitive yang akan digunakan untuk proyek tersebut.
Untuk bintang Disney yang paling terkenal yaitu Mickey Mouse,mereka memilih film pendek berwarna “Mickey’s Birthday Party” dari 1942.
“Ada karakter tertentu yang diciptakan selama periode Xeros Disney,seperti dalam Jungle Book atau 101 Dalmatians, dan kami memastikan bahwa kami membuat garis gaya Xeros untuk karakter-karakter tersebut dalam pembersihan sehingga mereka benar-benar terlihat asli,” ujar Goldberg.
Untuk pengambilan gambar terakhir, 543 karakter klasik Disney berkumpul di depan Gedung Animasi,puluhan anak anjing dalmatian muncul bersama para putri Disney berskala manusia dan Tuk Tuk raksasa dari “Raya The Last Dragon”.
Pengawas pencahayaan Daniel Rice harus menemukan cara untuk menerangi semua karakter yang digambar tangan dan CG sehingga terlihat seolah-olah mereka berbagi ruang yang sama, mendesainnya sehingga mereka yang berdiri di depan memberikan baynagan pada wajah-wajah familiar di belakang mereka.
Proyek tersebut juga menggaet komeo special dari salah satu mascot live action studio, Burny Mattinson, animator dan sutradara “Mickey’s Christmas Carol” yang telah meninggal dunia awal tahun ini, dan mengakhiri karirnya selama 70 tahun di Disney.
“Disney karena dia mengerjakan begitu banyak film ikonik ini. Dia bekerja Bersama dengan para animator dan desainer yang benar-benar menciptakan hal-hal ini, dan dia berhasil melampaui mereka,” kata Goldberg. (Bernadette Aristi Rudi Sanjaya/Radar Jogja)
Baca Juga: Gol Amar Brkic Selamatkan Timnas U-17 Dari Kekalahan
Editor : Meitika Candra Lantiva