Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

AS Gagalkan Serangan Pesawat Tak Berawak Terhadap Pasukannya di Irak

Bahana. • Rabu, 18 Oktober 2023 | 22:44 WIB
drone-drone  milik militer Irak
drone-drone milik militer Irak

RADAR JOGJA - Militer AS menggagalkan serangan yang menargetkan pasukannya di Irak pada Rabu (18/102023) pagi tadi, dengan mencegat dua drone sebelum mereka sempat menyerang.

Pekan lalu, kelompok bersenjata Irak yang bersekutu dengan Iran mengancam akan menargetkan kepentingan AS dengan rudal dan drone jika Washington melakukan intervensi untuk mendukung konflik Israel dengan Hamas di Gaza.

"Drone serang satu arah itu dicegat ketika mereka berusaha menyerang pangkalan udara al Asad di Irak, yang menampung pasukan Amerika," kata para pejabat yang dirahasiakan identitasnya tersebut.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah serangan terhadap sebuah rumah sakit di Gaza yang menewaskan ratusan warga Palestina.

Serangan tersebut meningkatkan risiko bagi Presiden AS Joe Biden saat ia terbang ke Israel pada hari Rabu untuk memberi sinyal dukungan bagi perang melawan Hamas.

Israel menyalahkan ledakan di rumah sakit Al-Ahli al-Arabi sebagai akibat dari kegagalan peluncuran roket yang dilakukan oleh kelompok Jihad Islam Palestina, namun mereka menolak bertanggung jawab.

Para pejabat Palestina mengatakan serangan udara Israel menghantam rumah sakit tersebut, dan menteri kesehatan Otoritas Palestina menuduh Israel menyebabkan “pembantaian”.

Di Irak, ketegangan akibat perang di Gaza sudah tinggi. Ulama terkemuka Syiah, Ayatollah Agung Ali al-Sistani, pekan lalu mengutuk Israel dan menyerukan dunia untuk melawan “kebrutalan yang mengerikan” di Gaza.

Para pemimpin kelompok bersenjata Irak menyalahkan Israel atas serangan terhadap rumah sakit tersebut. Beberapa dari mereka mengecam AS karena mendukung Israel.

Kataib Hizbullah, sebuah faksi bersenjata kuat yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, mengatakan bahwa Amerika Serikat, yang mendukung Israel  “membunuh orang tak bersalah”, harus meninggalkan Irak.

“Orang-orang jahat ini harus meninggalkan negara ini, jika tidak mereka akan merasakan api neraka di dunia sebelum akhirat,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan tadi malam. (Hasnul Fauzi)

 

Editor : Bahana.