Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sikap Tegas, Bombardir Jalur Gaza, Dubes Israel Ini diusir dari Kolombia

Bahana. • Selasa, 17 Oktober 2023 | 23:20 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA – Menteri Luar Negeri Kolombia Alvaro Leyva meminta agar duta besar Israel untuk meninggalkan negaranya, karena konflik Negera israel dengan palestina kelompok militan Hamas hingga membombardir Jalur Gaza.

Permintaan itu hanya sehari setelah Presiden Kolombia Gustavo Petro mengancam akan menangguhkan hubungan dengan Israel, karena keputusan mereka menghentikan ekspor bahan keamanan ke Kolombia.

Kolombia lewat presidennya menyatakan penolakan terhadap bombardir Israel di Gaza.

Israel sendiri berhenti mengekspor amunisi senjata ke Kolombia karena negara ini tidak mau mengecam Hamas.

Alvaro Leyva pada Senin (16/10/2023) meminta Duta Besar Israel Gali Dagan untuk meminta maaf dan pergi.

Di akun X miliknya, Leyva menuntut rasa hormat dari Dubes Israel kepada Presiden Kolombia. Dia juga menuduh Dagan bersikap "kasar".

Baca Juga: Perubahan Gaya Hidup Kunci Antisipasi Perubahan Iklim

"Sejarah diplomasi universal akan mencatat sebagai sebuah tonggak sejarah kekasaran yang tidak masuk akal dari duta besar Israel di Kolombia terhadap Presiden Gustavo," kata Leyva di X.


"Dia (Dagan) memalukan. Setidaknya dia harus meminta maaf dan pergi. Kecerdasan dihadapkan dengan kecerdasan. Ada negara-negara yang dipertaruhkan," kata Leyva, seperti dilansir Anadolu.

Pernyataan Leyva ini meningkatkan ketegangan diplomatik antara Kolombia dan Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya telah memanggil duta besar Kolombia dan menegurnya atas komentar Presiden Petro yang menunjukkan sikap "bermusuhan dan anti-Semit", serta menolak mengutuk serangan Hamas terhadap Israel baru-baru ini.

Baca Juga: Kecelakaan KA Agro Semeru Anjlok Keluar Jalur di Sentolo, Kulon Progo

Petro menyatakan penolakannya untuk "mendukung genosida" dan menjanjikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, di mana ribuan orang kehilangan nyawa akibat serangan udara balasan yang dilakukan Israel.

Israel menegaskan keputusan untuk menghentikan pengiriman amunisi senjata ke Kolombia, meskipun sebagian besar senjata yang digunakan oleh Angkatan Bersenjata Kolombia termasuk senapan, pesawat Kfir, baterai anti-pesawat, tank dan radar, drone, rudal jenis Spike yang digunakan di helikopter harpy, kendaraan lapis baja, amunisi, mortir dan sistem maritim, berasal dari Israel.

Baca Juga: Setelah Anjlok, KA Argo Semeru Terserempet KA Argo Wilis

"Jika kami harus menangguhkan hubungan luar negeri dengan Israel, kami akan menangguhkannya. Kami tidak mendukung genosida. Presiden Kolombia tidak akan dihina," di kutip dari akun X @Jackson Hinkle.

Editor : Bahana.
#Israel #kolombia #usir aura negatif