RADAR JOGJA - Duh-duh, belasan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) terciduk konsumsi narkoba jenis sabu.
Mereka dilakukan tes urine di salah satu SMA di wilayah timur Sumbawa.
Tes urine dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sembawa sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU)bersama sejumlah sekolah.
Dari 22 siswa yang mengikuti tes urine, didapati 19 siswa di antaranya positif narkoba.
Dilansir dari pulausumbawanews.net, Informasi ini diungkapkan oleh Kepala BNNK Sumbawa AKBP Hurri Nugroho melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat (P2M)
Nursyafrudin. Nursyafrudin mengatakan, tes urine yang dilakukan ini bagian dari kegiatan Masyarakat anti anarkoba sebagai implementasi Inpers Nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi Nasional P4GN tahun 2020-2024.
"Siswa-siswa yang dinyatakan positif narkoba tersebut akan dilakukan rehabilitasi, setelah mendapatkan persetujuan dari orangtua dan pihak sekolah," ungkapnya dari sejumlah sumber.
Diketahui, zat yang terdeteksi dalam tubuh ke 19 siswa tersebut mengandung narkotika jenis methamphetamine dan juga amphetamine atau biasa disebut juga dengan sabu.
Dari pengakuan siswa tersebut,mereka sudah menggunakan narkoba sejak berada di bangku sekolah dasar (SD), SMP hingga sekarang saat mereka masuk SMA.
Pengakuan siswa tersebut sontak mengagetkan. Pasalnya, mereka melancarkan aksinya bahkan saat masih berusia anak-anak.
Hal ini menjadi perhatian bersama. Pentingnya edukasi obat keras dan narkoba agar tidak mengancam masa depan generasi bangsa.
Sebab dampak langsung penggunaan narkoba terhadap tubuh manusia antara lain: dapat menyebabkan gangguan pada jantung, tulang, pembunuh darah, kulit, paru-paru dan penyakit menular berbahaya, seperti Aids, Herpes, TBC, Hepatitis dan lain-lain. (Bernadette Aristi Rudi Sanjaya/Radar Jogja)
Baca Juga: Selamat Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober. Berikut Tema, Makna dan Sejarahnya !
Editor : Meitika Candra Lantiva